Omzet Tukang Duplikat Kunci Tepi Jalan Rp 9 Juta Per Bulan, Dulu Bisa Tembus Rp 15-30 Jutaan

Irsyaad W - Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:00 WIB

Duplikat kunci motor dan mobil

Namun, Eko menuturkan kondisi usahanya beberapa tahun lalu jauh lebih ramai dibanding kini, ketika jumlah pelaku usaha belum sebanyak saat ini.

Pada masa itu, pendapatan para pedagang bisa jauh lebih tinggi.

"Dulu waktu belum banyak yang dagang, bisa Rp 15 juta sampai Rp 30 juta sebulan. Sekarang sudah banyak yang buka, jadi pelanggan terbagi," ujar dia.

Eko juga menyebut, dari pengamatannya selama bertahun-tahun, banyak rekan sesama pedagang di wilayah tersebut yang berhasil meningkatkan taraf hidup dari usaha duplikat kunci.

Baca Juga: Beginilah Proses dan Syarat Duplikat Kunci Mobil Yang Hilang

Lidia Pratama Febrian/Kompas.com
Lapak lain jasa duplikat kunci motor, mobil dan rumah di jalan raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Bahkan, tak sedikit yang mampu membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi, serta membangun rumah dari hasil usaha tersebut.

"Banyak juga yang sudah bisa kuliahkan anak, bahkan ada yang sampai bangun dua rumah dari usaha ini," beber Eko.

Untuk dirinya sendiri, Eko mengaku penghasilan harian saat ini rata-rata berada di kisaran Rp 400.000 lebih per hari, tergantung kondisi ramai atau sepi pelanggan.

Di sepanjang Jalan Raya Ragunan, terdapat sekitar sepuluh lapak duplikat kunci yang berdiri berdampingan.

Kondisi ini menciptakan persaingan ketat antarpenjual.

Seorang pelaku lain, Suyatno (46), yang sudah menekuni usaha ini lebih dari 15 tahun, mengaku tantangan terbesar saat ini adalah banyaknya pelaku usaha baru.

"Saingan makin banyak. Jadi pelanggan terbagi," ujar Suyatno saat ditemui.

Meski demikian, ia tetap bertahan karena keterampilan ini sudah menjadi satu-satunya keahlian yang ia miliki.

"Sudah biasa kerja ini. Yang penting cukup buat hidup," ujar Suyatno.

Ia memperkirakan penghasilan kotor yang didapat selama sebulan berada di kisaran Rp 6 juta hingga Rp 9 juta, tergantung jumlah pelanggan.

Baca Juga: Remote Motor dan ID Tag Hilang Semua Apa Masih Bisa Diduplikat?

Menariknya, hampir seluruh pelaku usaha mengaku tidak pernah meminta identitas pelanggan saat melakukan duplikasi kunci.

Sistem transaksi berlangsung sederhana, pelanggan datang, menyerahkan kunci, lalu menunggu proses selesai.

Suyatno menyebut praktik tersebut sudah menjadi kebiasaan sejak lama.

"Tidak pernah minta KTP. Langsung saja," sebutnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai potensi risiko penyalahgunaan.

Namun, bagi para pelaku usaha, tanggung jawab penggunaan kunci berada di tangan pemilik.

"Kita hanya kerja sesuai permintaan. Mau dipakai apa, kita tidak tahu," ujar dia.

YANG LAINNYA