GridOto.com - Buat pemilik mobil bekas yang ingin merotasi ban perhatikan hal ini ya sebelum di eksekusi.
Yap, umumnya salah satu perawatan yang perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga kinerja ban mobil yaitu merotasinya.
Tolak ukur utama dalam melakukan rotasi ban adalah menjaga tingkat keausan keempat ban bisa merata sehingga daya cengkeram tetap terjaga.
Untuk melakukan rotasi ban, jangan sampai salah karena ada yang harus diperhatikan.
"Penggunaan jenis alur tapak ban yang digunakan wajib diketahui sebelum melakukan rotasi ban mobil," tekan Kode, pemilik Bengkel Mobil 77 di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
Jenis alur tapak ban simetris atau directional dan asimetris bisa dilakukan berbagai arah pola rotasi ban.
Tetapi untuk ban simetris atau directional memiliki indikator rotation atau pola arah gulir ban dimana pemasangannya tidak boleh sampai terbalik.
"Kalau terbalik daya cengkeram ban akan berkurang, terutama saat jalan basah dimana alur ban tidak bisa memecah air dengan baik," jelas kode.
Begitu juga dengan jenis alur tapak ban asimetris, dimana terdapat indikator outside (sisi luar) dan inside (sisi dalam) dinding ban.
Perbedaan sisi tersebut menandakan fungsi dari alur tapak ban menyesuaikan daya cengkeram terhadap kondisi jalan kering atau basah.
"Ban asimetris juga punya konstruksi yang berbeda, kalau sampai terbalik pasangnya ban mobil bisa rusak, bahkan jadi bahaya kalau dipakai," tutup pria yang nama aslinya Andy ini.
Itu dia hal yang perlu diperhatikan saat ingin merotasi ban mobil bekas kesayangan kalian.
Baca Juga: 7 Orang Muat, Segini Harga Mobil Bekas Toyota Avanza 2009 Di Awal Juni