Bukti Kepatuhan Hukum Jadi Bagian Strategi Bisnis, Bridgestone Raih Penghargaan Ini

Wisnu Andebar - Minggu, 7 Juni 2026 | 16:06 WIB

Bridgestone Indonesia raig penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance untuk sektor Automotive Manufacture

GridOto.com – Kepatuhan terhadap regulasi dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik kini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.

Komitmen tersebut menjadi salah satu alasan PT Bridgestone Tire Indonesia berhasil meraih penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance untuk sektor Automotive Manufacture pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang digelar Hukumonline di Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Enterprise in Regulatory Compliance klasifikasi PROSPER B, yakni kategori untuk perusahaan dengan tingkat implementasi kepatuhan hukum dan tata kelola yang telah terintegrasi secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan ke dalam proses bisnis perusahaan.

Pencapaian ini sekaligus menjadi penanda bahwa kepatuhan regulasi di Bridgestone Indonesia tidak hanya dijalankan sebagai kewajiban administratif, tetapi telah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjalankan operasional sehari-hari.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas upaya perusahaan dalam membangun budaya integritas di seluruh lini organisasi.

"Penghargaan IRCA 2026 ini merupakan pengakuan atas komitmen kuat Bridgestone Indonesia dalam membangun budaya integritas, menjadikan kepatuhan hukum dan tata kelola perusahaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis," ujar Mukiat dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, kepatuhan hukum tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemenuhan aturan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

"Kami percaya bahwa kepatuhan bukan hanya kewajiban, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlanjutan bisnis," kata Mukiat.

Ia menjelaskan, perusahaan akan terus memperkuat budaya kepatuhan yang proaktif dan berbasis risiko melalui penguatan fungsi compliance, peningkatan kesadaran karyawan terhadap regulasi, hingga implementasi kebijakan internal yang selaras dengan standar global Bridgestone Group.

Baca Juga: Dampak Mobil Listrik ke Industri Ban, Ini Pandangan Bridgestone

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan integritas dan transparansi tetap menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.

Sebagai informasi, Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) merupakan penghargaan nasional yang diberikan kepada perusahaan dan para pemimpin yang dinilai berhasil mengintegrasikan kepatuhan regulasi ke dalam strategi bisnis, manajemen risiko, serta penerapan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Proses penilaian dilakukan melalui evaluasi komprehensif berbasis data, mulai dari self-assessment perusahaan, penilaian efektivitas implementasi kebijakan kepatuhan, budaya integritas, hingga komitmen manajemen puncak dalam mengawal tata kelola perusahaan.

Dewan Juri IRCA 2026, Natalia Soebagjo, mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang menunjukkan keseriusan dalam menjaga integritas bisnis secara berkelanjutan.

"IRCA adalah bentuk apresiasi terhadap perusahaan dan para pemimpin yang terus berproses, terus berbenah, dan terus menjaga integritas dalam menjalankan bisnisnya," ujar Natalia.

Metodologi penilaian IRCA 2026 juga mengadopsi sejumlah indikator yang mengacu pada standar tata kelola perusahaan tingkat ASEAN.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya dituntut patuh terhadap regulasi nasional, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan praktik tata kelola dan perkembangan bisnis global.

Melalui penghargaan ini, Bridgestone Indonesia menegaskan posisinya sebagai perusahaan manufaktur otomotif yang menempatkan kepatuhan hukum, integritas, dan tata kelola perusahaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

YANG LAINNYA