Jika rencana itu berjalan, Lamborghini akan memiliki dua model EV dalam jajaran produknya.
Namun pada Februari tahun ini, Winkelmann mengungkapkan kepada Sunday Times bahwa kedua proyek tersebut dibatalkan karena minat pelanggan terhadap EV dinilai "hampir nol".
Meski begitu, Lanzador tidak sepenuhnya hilang dari rencana Lamborghini.
Model tersebut tetap akan diproduksi, tetapi menggunakan teknologi plug-in hybrid (PHEV), bukan listrik murni seperti konsep awalnya.
Saat ini, Lamborghini sudah memiliki beberapa model hybrid, termasuk Lamborghini Temerario sebagai pengganti Huracan dan Lamborghini Revuelto sebagai penerus Aventador.
Sementara itu, Urus juga telah hadir dalam versi hybrid melalui Lamborghini Urus SE yang diperkenalkan pada April 2024.
Ketika ditanya soal langkah rivalnya, Ferrari, yang tengah menyiapkan mobil listrik pertamanya, Winkelmann enggan berkomentar secara spesifik.
Baca Juga: Lamborghini Hingga Porsche Doni Salmanan Laku Dilelang, Negara Untung Miliaran Rupiah
"Setiap merek dan setiap perusahaan punya keputusan serta strategi masing-masing. Kami tidak membahas kompetitor," tutupnya.
Singkatnya, Lamborghini melihat pasar supercar listrik belum cukup menarik bagi konsumennya.
Karena itu, mereka memilih fokus pada teknologi plug-in hybrid dan menunda ambisi menghadirkan mobil listrik murni dalam waktu dekat.