Peringatan Keras Buat Begal dan Kreak, Polisi Buka Opsi Tembak Mati Kalau Membahayakan

Ferdian - Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:30 WIB

Polda Jateng tegaskan tembak mati begal atau kreak yang nekat beraksi di jalanan yang mengancam nyawa

Satu di antara kasus menonjol terjadi di Patean, Kendal.

Dua residivis membegal seorang perempuan 18 tahun di kawasan embung menggunakan golok sepanjang 30 sentimeter.

Di saat bersamaan, fenomena “kreak” juga mulai menjadi perhatian serius aparat.

Istilah "kreak" populer di Semarang Raya untuk menyebut kelompok remaja atau geng motor yang sering meresahkan, berbuat onar, tawuran, dan melakukan kekerasan jalanan.

Istilah ini similar dengan "klitih" di DI Yogyakarta yang menyangkut kejahatan jalanan oleh anak muda.

Dalam patroli Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng pada 23–24 Mei 2026, polisi menyisir sejumlah titik rawan di Semarang mulai dari Tembalang, Banyumanik, Kalibanteng, Marina, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Lama hingga kawasan pelabuhan.

Hasilnya, polisi menemukan kelompok remaja pesta miras hingga dini hari, nongkrong bergerombol dengan motor hingga dugaan persiapan tawuran.

Baca Juga: Dilarang Menteri HAM, Polda Metro Jaya Punya Alasan Kekeuh Tembak Begal di Tempat

Dalam sejumlah kasus, aparat menemukan senjata tajam jenis celurit.

Kombes Anwar mengatakan Polda Jateng kini menyebar tim Resmob dan Jatanras untuk membackup polres-polres di wilayah rawan begal maupun kreak.

“Komitmen Polda Jawa Tengah dan jajaran untuk tidak pernah lelah melakukan pemberantasan, baik patroli maupun menggunakan kekuatan kita dengan melakukan penangkapan dan penyelidikan terhadap pelaku-pelaku ini,” ujarnya.

Menurutnya, negara harus hadir menghadapi ancaman kamtibmas yang dianggap semakin agresif di jalanan.

“Khusus pelaku begal, tim Resmob kita sudah kita tebar,” katanya.

Tak hanya memburu pelaku di lapangan, polisi juga mulai mendalami jalur distribusi senjata tajam yang digunakan dalam aksi begal dan tawuran remaja.

Meski membuka opsi tindakan keras, polisi menegaskan hingga kini belum ada korban meninggal akibat kasus kreak maupun kejahatan jalanan yang sedang ditangani.

“Kalau sampai luka berat ada, tapi kalau sampai meninggal sementara belum ada,” tandas Kombes Anwar.

YANG LAINNYA