Biasanya tipe ini digunakan pada mobil-mobil Jepang dan kendaraan penumpang dengan penggunaan normal.
Sementara untuk mobil modern yang sudah memakai fitur start-stop, kebutuhan akinya berbeda.
Sebab mesin mobil akan lebih sering mati dan menyala otomatis saat kondisi macet atau berhenti.
Karena itu digunakan aki tipe EFB atau Enhanced Flooded Battery yang punya daya tahan charge-discharge lebih baik dibanding aki biasa.
Aki jenis ini umumnya mulai digunakan pada mobil kelas menengah yang mengutamakan efisiensi bahan bakar.
Di level lebih tinggi, ada juga aki AGM atau Absorbent Glass Mat yang biasa dipakai pada mobil premium dengan beban kelistrikan besar.
Jenis ini dirancang untuk kendaraan dengan banyak fitur elektronik seperti audio tambahan, sistem hiburan canggih, sampai teknologi start-stop yang lebih kompleks.
Selain lebih stabil, aki AGM juga dikenal lebih tahan terhadap getaran dan kondisi ekstrem.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport Dapat Cashback Rp10 Juta, SUV Diesel Tangguh Makin Menggoda
Bukan cuma kendaraan penumpang, kendaraan niaga juga punya kebutuhan aki berbeda.
Untuk segmen heavy duty seperti truk, bus, dan kendaraan operasional, biasanya digunakan aki dengan karakter durabilitas tinggi karena harus bekerja dalam waktu lama dan beban berat setiap hari.
Karena itu, pemilik kendaraan disarankan memahami spesifikasi aki sebelum membeli pengganti.
Jangan sampai mobil yang sudah menggunakan teknologi start-stop justru dipasangkan aki konvensional, karena bisa membuat usia aki lebih pendek dan performa kelistrikan kurang optimal.
Selain menyesuaikan spesifikasi kendaraan, pemilik mobil juga perlu memperhatikan kondisi penggunaan harian, beban aksesori tambahan, hingga pola perjalanan agar aki lebih awet dan sesuai kebutuhan.