Saat ini, menurutnya cadangan BBM nasional tercatat berada pada kisaran 27-28 hari.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan maksud dari penyataan itu.
Menurutnya pasokan operasional adalah pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.
"Jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat," ungkap Roberth.
Stok sekitar 28 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional.
"Stok ini terus dilakukan top-up atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor," ujar Roberth.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap ketersediaan BBM dipenuhi dari 2 sisi.
"Pertama produksi dalam negeri yang masuk ke kilang dengan optimalisasi kilang Indonesia dan sumber crude dari dalam negeri," jelasnya.
Kedua, melalui pengadaan yang berasal dari luar negeri.
"Tidak saja berasal dari Asia, tapi juga wilayah lainnya seperti Afrika, Amerika, Brasil," bilangnya. (Hend)