Sementara itu, Jaecoo muncul sebagai penantang baru yang cukup mengejutkan. Model Jaecoo J5 BEV Premium tercatat menjadi mobil listrik dengan volume wholesales tertinggi selama periode empat bulan pertama 2026, yakni mencapai 11.006 unit.
Pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional juga mulai ditopang peningkatan aktivitas perakitan lokal atau completely knocked down (CKD).
Sejumlah merek seperti Wuling dan Jaecoo mulai memperbesar kapasitas produksi domestik untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Di sisi lain, segmen kendaraan listrik premium masih bergerak relatif terbatas.
Merek Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz tetap mempertahankan eksistensinya di pasar Indonesia, meski volume penjualannya belum sebesar merek-merek mass market asal Asia.
Melihat tren wholesales yang terus naik hingga April 2026, pasar kendaraan listrik Indonesia kini mulai memasuki fase pertumbuhan yang jauh lebih kompetitif.
Selain persaingan produk yang semakin ramai, ekspansi produksi lokal juga diprediksi bakal menjadi faktor penting dalam mempercepat perkembangan industri EV nasional sepanjang tahun ini.