Pengendara Honda PCX 160 Penjambret HP Bule Italia di Bundaran HI Tertangkap, Akui Sudah 120 Kali Beraksi

Irsyaad W - Rabu, 20 Mei 2026 | 09:00 WIB

Penangkapan komplotan begal dan jambret oleh Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya yang salah satu korbannya WNA Italia di bundaran HI, Jakarta Pusat

GridOto.com - Pengendara Honda PCX 160 merah pelaku penjambretan HP bule Italia di kawasan bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat telah tertangkap.

Dari penangkapan ini terungkap fakta jika pelaku adalah komplotan yang mengaku sudah beraksi 120 kali.

Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya pun menangkap dua orang dalam aksi jambret HP WNA Italia tersebut.

Sementara satu pelaku lainnya hingga kini masih berstatus buron.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan, hal itu bagian dari operasi penangkapan terhadap total delapan tersangka pencurian dengan kekerasan yang beraksi di sejumlah kawasan Jakarta.

"Di antara delapan pelaku yang kami lakukan penangkapan malam hari ini tiga di antaranya adalah pelaku yang melakukan perampasan handphone milik WNA Italia di Bundaran HI," ujar Iman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, (18/5/26) malam menukil Kompas.com.

Komplotan ini merupakan sindikat kejahatan yang telah beraksi sebanyak ratusan kali di berbagai titik Jakarta.

"Yang bersangkutan tadi berdasarkan interview sementara dari tiga tersangka sudah melakukan 120 kejadian atau 120 TKP. Kami sedang mengompulir untuk seluruh tempat kejadian perkara yang pernah dilakukan oleh para tersangka," ungkap Iman.

Bukan hanya menyasar warga lokal, sindikat ini juga terbukti mengincar turis mancanegara yang tengah berada di Jakarta.

Termasuk, kasus penjambretan WNA Italia yang menjadi salah satu target operasi mereka, (14/5/26) lalu.

Baca Juga: Bule Italia Tersungkur di Bundaran HI, Kaget HP Motorola Neo 60 Dicomot Pengendara Honda PCX 160

IG/@jakpus.terkini
Aksi jambret pengendara Honda PCX 160 yang merampas HP Motorola Neo 60 milik WNA asal Italia di sekitar Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat

"Dari 120 kasus, empat di antaranya korbannya adalah warga negara asing. Ada yang dari Malaysia, kemudian Jerman, kemudian Tiongkok, sama Italia," kata Iman.

Iman menambahkan, para tersangka ini dibekuk di tiga lokasi persembunyian yang terpisah, meliputi wilayah Bekasi, Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Dalam proses penggerebekan, petugas terpaksa melepaskan tembakan timah panas kepada beberapa tersangka di bagian kaki.

Hal ini dilakukan lantaran mereka menolak menyerah kemudian melawan petugas dan berupaya kabur saat proses penangkapan.

"Dikarenakan di antara para pelaku itu ada yang mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri, maka kami melakukan tindakan tegas dan terukur," tutur Iman.

Meski demikian, Iman memastikan tindakan pelumpuhan tersebut dilakukan demi keamanan publik dan tetap menjunjung tinggi asas kemanusiaan dan keselamatan para tersangka.

"Tentunya tetap tindakan tegas dan terukur yang kami lakukan dalam rangka melindungi keselamatan masyarakat Jakarta yang lainnya, dan juga kami tetap berpegang teguh pada hak asasi manusia kepada mereka," ucap dia.

Saat ini, kepolisian masih memburu lima tersangka lain yang masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari lima buronan tersebut, satu di antaranya merupakan sisa anggota komplotan penjambret Bundaran HI yang diduga dipersenjatai senapan api.

"Masih ada lima orang yang masih kami lakukan pengejaran. Kawan-kawannya mereka itu. Salah satunya dari yang Bundaran HI masih satu orang yang kami lakukan pengejaran," beber Iman.

Baca Juga: WNA China Babak Belur Digebuki Begal di Kabupaten Bandung, Yamaha NMAX dan 5 Pelaku Diamankan

"Kemudian diindikasikan yang bersangkutan menggunakan senjata api, dan saat ini tim masih melakukan pengejaran terhadap yang memegang senjata api," sambungnya.

Atas perbuatannya, kedelapan tersangka yang kini mendekam di tahanan dijerat dengan Pasal 365, 368, 170, dan 335 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, Pemerasan, Pengeroyokan, dan Perbuatan Tidak Menyenangkan.

YANG LAINNYA