Mengenal Teknologi REEV di Changan Deepal S05 dan Perbedaannya dengan Sistem Elektrifikasi Lain

M. Adam Samudra - Senin, 18 Mei 2026 | 12:45 WIB

Buat yang belum familiar, teknologi REEV bisa dibilang mirip mobil listrik, tapi masih punya mesin bensin sebagai ‘backup’ pembangkit listrik baterai.

GridOto.com - Changan Indonesia mulai memperlihatkan arah seriusnya di pasar elektrifikasi nasional.

Menariknya, yang dibawa bukan mobil listrik murni, melainkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) lewat calon SUV barunya, Deepal S05 REEV.

Medium SUV ini sebelumnya sudah diperkenalkan bulan lalu dan jadi model REEV pertama Changan yang tampil di Indonesia.

Buat yang belum familiar, teknologi REEV bisa dibilang mirip mobil listrik, tapi masih punya mesin bensin sebagai ‘backup’ pembangkit listrik baterai.

Jadi roda tetap digerakkan motor listrik sepenuhnya, sementara mesin bensin hanya bertugas sebagai generator.

Dengan konsep seperti ini, pengguna tetap bisa merasakan sensasi khas mobil listrik yang halus dan senyap, tapi tanpa waswas soal jarak tempuh atau sulitnya mencari charging station saat perjalanan jauh.

“Melalui Deepal S05 REEV, kami ingin menghadirkan cara baru dalam menikmati kendaraan elektrifikasi yang lebih realistis untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia melalui keterangan resminya, Senin (18/5/2026).

“Teknologi REEV bekerja dengan motor listrik sebagai penggerak utama, sehingga pengalaman berkendara tetap halus, senyap, dan responsif seperti mobil listrik murni,” lanjutnya.

Menurut Changan, pendekatan ini cocok untuk kondisi Indonesia yang infrastruktur pengisian dayanya masih belum merata di semua wilayah.

Baca Juga: Cicilan Mulai Rp 2 Jutaan, Intip Kecanggihan Changan Lumin dan Deepal S07 di Indomobil Expo 2026

Secara teknis, REEV memang berada di antara mobil hybrid dan mobil listrik murni.

Kalau Battery Electric Vehicle (BEV) seperti Deepal S07 atau Changan Lumin sepenuhnya mengandalkan baterai tanpa mesin bensin, maka Hybrid Electric Vehicle (HEV) masih menggunakan mesin sebagai sumber tenaga utama yang dibantu motor listrik.

Sementara Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sudah bisa dicas dari luar dan berjalan dalam mode listrik murni dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin bekerja.

Istimewa
Deepal S05 REEV

Nah, di REEV seperti Deepal S05 ini, mesin bensin tidak pernah menggerakkan roda secara langsung.

Mesin hanya bekerja menghasilkan listrik untuk menjaga suplai daya baterai tetap stabil.

Karena itulah karakter berkendaranya diklaim tetap terasa seperti EV murni.

Menariknya lagi, Deepal S05 REEV disebut bisa melaju hingga 170 km hanya dengan mode listrik murni.

Sedangkan kombinasi baterai dan generator bensinnya memungkinkan SUV ini punya jarak tempuh total lebih dari 1.200 km.

Angka tersebut tentu cukup menggiurkan, apalagi buat pengguna yang sering bepergian antarkota tapi belum sepenuhnya yakin beralih ke mobil listrik murni.

YANG LAINNYA