GridOto.com - Ikatan Motor Indonesia (IMI) melalui Komisi Sadar Aturan dan Keselamatan Berlalu Lintas (SADAR) mendesak pemerintah segera mengadopsi standar helm khusus anak di Indonesia.
Langkah ini dinilai mendesak mengingat jutaan anak di Indonesia setiap hari dibonceng menggunakan sepeda motor, namun belum dilindungi oleh standar helm yang dirancang khusus sesuai anatomi kepala mereka.
IMI bersama AIP Foundation mendorong penerapan Global Child Helmet Standard (GCHS1:2025), standar teknis pertama di dunia yang dikembangkan khusus untuk melindungi anak-anak penumpang kendaraan roda dua.
Erreza Hardian, Project Leader Helm Anak Indonesia sekaligus anggota Komisi SADAR IMI Mobilitas, mengatakan selama ini helm yang beredar di pasaran, termasuk yang telah memenuhi SNI, masih mengacu pada parameter biomekanik orang dewasa.
Padahal, struktur tengkorak anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan dan jauh lebih rentan mengalami cedera serius saat terjadi kecelakaan.
"Tengkorak anak-anak baru sepenuhnya tertutup pada usia 20 tahun, dan mereka memiliki toleransi yang jauh lebih rendah terhadap fraktur tengkorak dibandingkan orang dewasa," ujar Erreza dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).
Ia menilai penggunaan helm yang tidak dirancang khusus untuk anak merupakan celah keselamatan yang tidak boleh terus dibiarkan.
"Membiarkan anak-anak menggunakan helm yang tidak sesuai dengan parameter fisiologis mereka adalah sebuah kesenjangan moral yang harus segera kita sudahi. GCHS1:2025 memberikan solusi berbasis ilmiah yang siap diadopsi secara gratis demi menyelamatkan ribuan nyawa anak Indonesia," katanya.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar 1,19 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Visor Helm Shark Dilengkapi Panel Surya, Bisa Berubah Warna Dalam 1 Detik