GridOto.com - BYD untuk pertama kalinya meluncurkan teknologi PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Indonesia (18/5/2026).
BYD menyebut teknologi PHEV mereka dengan nama Dual Mode atau disingkat DM.
"Ini inovasi teknologi dari BYD yang dirancang untuk memberikan efisiensi energi terbaik dan performa berkendara yang bertenaga," jelas Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia kepada GridOto.
Mobil yang mendapat kehormatan pertama membawa teknologi PHEV ini adalah BYD M6.
Yup, ini sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memasarkan BYD M6 berteknologi PHEV.
Baca Juga: Ternyata Bukan Tipe Termurah, Ini Varian Favorit Pembeli BYD M6
Nah, untuk membedakan dengan varian Electric Vehicle (EV) yang meluncur pada 17 Juli 2024 lalu, versi PHEV ini dikasih nama BYD M6 DM.
M6 DM ini dibekali mesin bensin 4-silinder 1.500 cc yang dikasih motor listrik dan baterai yang bisa diisi ulang dari sumber eksternal.
Kombinasi mesin bensin dan motor listriknya ini diklaim BYD bisa menghasilkan tenaga sekitar 197 dk.
Sama seperti versi EV-nya, M6 DM memakai baterai jenis LFP (Lithium Ferro Posphate) yang dikasih nama BYD Blade Battery dan ditaruh di bawah lantai mobil.
"Kapasitas baterainya sekitar 18,3 kWh yang bisa diisi ulang dengan AC dan DC charging," terang Bobby Barata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.
Baca Juga: Belum Genap 2 Tahun, Penjualan BYD M6 Sudah Tembus Segini di Indonesia
Menurut Bobby, kalau baterainya full, maka mobil bisa jalan dengan mode EV sejauh 100 km.
Sementara untuk pengisian AC-nya bisa hingga 6,6 kW dan membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk charging baterai hingga penuh.
Kalau pakai DC Fast Charging untuk pengisian hingga 80% hanya butuh waktu 30 menit saja.
Dengan tangki bahan bakar berkapasitas 52 liter yang diisi penuh BBM Oktan 92 dan baterai full, BYD M6 DM ini bisa berjalan sejauh 1.300 km.
Ini setara jarak Jakarta sampai Pulau Lombok melalui jalan darat.
Baca Juga: Update Harga BYD M6 Januari 2026, Naik atau Tetap?
"Teknologi DM kami memberikan efisiensi yang tinggi untuk perjalanan di dalam kota maupun luar kota," terang pria yang pernah berkarir di Nissan dan Jeep ini.
Sama seperti sistem PHEV pada umumnya, sistem DM ini punya tiga mode, yaitu Pure EV Mode, HEV Series Mode, dan HEV Parallel Mode.
Pure EV artinya mobil bergerak menggunakan motor listrik saja.
Sementara itu di mode HEV Series mesin bensin akan bekerja ketika daya baterai berada di bawah SOC (State of Charge) guna mengisi baterai hybrid.
Kalau di mode HEV Parallel roda digerakkan oleh mesin bensin dan motor listrik secara bersamaan.