GridOto.com - Insentif mobil listrik impor utuh atau completely built up (CBU) telah berakhir sejak 31 Desember 2025.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pemerintah akan memberikan insentif serupa di 2026.
Dengan berakhirnya insentif tersebut, secara tidak langsung model-model yang sebelumnya menerima keuntungan akan mengalami koreksi harga.
Meski begitu, BYD Indonesia yang notabene menjadi salah satu penerima kebijakan tersebut belum terlihat melakukan revisi harga terhadap produk mobil listriknya.
Berdasarkan pantauan di jaringan dealer, banderol kendaraan listrik BYD masih mengacu pada daftar harga lama.
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh tenaga penjual BYD di wilayah Jakarta.
“Belum ada info kenaikan. Masih sama sekarang harganya,” ujarnya saat dihubungi GridOto.com, Senin (5/1/2026.
Jika melirik pricelist BYD M6, model MPV listrik tersebut masih dipasarkan dalam tiga varian tanpa perubahan.
Adapun BYD M6 varian Standard dipatok di angka Rp 383.000.000 on the road (OTR) Jakarta.
Baca Juga: Jadi Benchmark Untuk VinFast Limo Green, Intip Lagi Performa BYD M6
Sementara itu, varian Superior 7 Seater dibanderol Rp 423.000.000 OTR Jakarta.
Untuk konsumen yang menginginkan konfigurasi kursi terpisah di baris kedua, BYD juga menawarkan M6 Superior Captain Seat dengan harga Rp 433.000.000.
Belum berubahnya harga BYD M6 ini menandakan bahwa pabrikan masih mempertahankan banderol produknya di awal 2026, meski skema insentif mobil listrik CBU telah dihentikan.
Ke depan, potensi penyesuaian harga masih akan bergantung pada strategi perusahaan serta arah kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR