Dolar AS Tembus Rp 17.500, Toyota Masih Coba Jaga Harga Mobil

Wisnu Andebar - Minggu, 17 Mei 2026 | 16:24 WIB

Marketing Director TAM, Bansar Maduma

Sebagai strategi untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat dolar yang terus menguat, Toyota tidak bekerja sendiri.

TAM menggandeng seluruh ekosistem bisnis Toyota, mulai dari pemasok komponen, manufaktur, hingga jaringan dealer.

"Terkait hal ini, pastinya kami akan bekerja sama dengan Toyota Group," ujar Bansar.

Ia menjelaskan, upaya menahan dampak kurs dilakukan melalui koordinasi intensif dengan seluruh rantai pasok agar efisiensi bisa dilakukan di berbagai lini.

"Kami bukan hanya sebagai distributor, tapi juga kami disupport oleh manufacturer dan juga supplier. Kami berdiskusi dengan mereka, terus bagaimana bisa mengurangi impact terhadap kenaikan eksternal ini," katanya.

Menurut Bansar, produksi kendaraan melibatkan banyak pihak sehingga penanganan dampak pelemahan rupiah juga harus dilakukan secara kolektif.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Karena membuat kendaraan itu pastinya dibutuhkan satu rangkaian produksi, dari supplier tier 3 sampai tier 1, sampai manufacturer, sampai ke kita, sampai pun ke dealer. Jadi kita satu sebagai Toyota Indonesia untuk mengurangi impact tersebut," ujarnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Minggu (17/5/2026) tercatat berada di level Rp 17.602 per dolar AS.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi dan impor komponen, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga kendaraan di pasar domestik.

YANG LAINNYA