GridOto.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) berupaya menahan harga jual mobil di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini telah menembus level Rp 17.500.
Marketing Director TAM, Bansar Maduma, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi pasar dan berupaya semaksimal mungkin agar dampak kenaikan kurs tidak dibebankan langsung kepada konsumen.
"Namun yang pasti kami selalu monitor adalah bagaimana customer kami. Kita tidak mau bahwa ini semua dibebankan oleh customer," ujar Bansar saat ditemui di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, menjaga kepercayaan pelanggan menjadi prioritas utama Toyota.
Karena itu, perusahaan berupaya untuk menyerap sebagian tekanan biaya agar konsumen tetap bisa memiliki kendaraan Toyota dengan harga yang kompetitif.
"Kami semaksimal mungkin untuk bisa mengurangi impact yang terjadi di customer. Sehingga customer juga lebih trust kepada merek Toyota, dan pastinya kami ingin support mobilitas mereka semua," kata Bansar.
Bansar menegaskan, hingga saat ini Toyota masih berusaha menjaga harga jual produknya di Indonesia.
Meski begitu, perusahaan akan terus memantau perkembangan kurs dan kondisi ekonomi ke depan.
"Untuk saat ini kami masih mencoba menjaga," ucapnya.
Baca Juga: Varian GR Makin Diminati, Kontribusinya ke Penjualan Toyota Tak Main-Main