Isuzu Beberkan Trik Truk Diesel Bisa Irit, Ternyata Bukan Mesin Saja

M. Adam Samudra - Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:30 WIB

Basis dari kendaraan ini menggunakan sasis Isuzu ELF NMR L yang memang sudah dikenal di segmen truk ringan.

GridOto.com - Mesin diesel modern makin jadi andalan kendaraan niaga karena dianggap lebih hemat bahan bakar sekaligus lebih ramah lingkungan.

Salah satu teknologi yang kini umum dipakai adalah common rail, termasuk pada lini kendaraan niaga Isuzu di Indonesia.

Teknologi ini bekerja dengan sistem injeksi bahan bakar bertekanan tinggi yang dikontrol secara elektronik agar suplai solar lebih presisi.

Efeknya, konsumsi bahan bakar bisa ditekan sekaligus membantu menurunkan emisi gas buang.

Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga mengatakan teknologi common rail sudah digunakan Isuzu sejak sekitar 15 tahun lalu di Indonesia.

“Teknologi ini terbukti bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menekan emisi gas buang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, sistem common rail memungkinkan waktu dan jumlah penyemprotan bahan bakar diatur lebih akurat dibanding mesin diesel konvensional.

Dengan pembakaran yang lebih optimal, konsumsi BBM jadi lebih irit.

Selain itu, teknologi tersebut juga diklaim membantu mesin memenuhi standar emisi Euro 4 yang kini berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Sopir Lupa Diri, Isuzu Panther Pelat Merah Milik Satpol PP DKI Parkir di Lokasi Terlarang

Isuzu juga membeberkan hasil pengujian internal menggunakan Isuzu ELF NLR.

Dalam simulasi perjalanan selama 26 hari dengan jarak tempuh sekitar 450 km per hari dan muatan total 5.400 kg, konsumsi BBM tercatat mencapai 8,6 km/liter menggunakan biosolar.

Angka itu diklaim lebih hemat dibanding rival di kelas yang sama.

Namun hasil konsumsi bahan bakar tetap bisa berubah tergantung kondisi jalan, muatan, hingga gaya berkendara.

Menariknya, Isuzu juga menyoroti kebiasaan pengemudi yang ternyata punya pengaruh besar terhadap konsumsi solar.

Rian menjelaskan teknik eco driving masih jadi faktor penting untuk menjaga efisiensi BBM kendaraan diesel.

“Mesin diesel paling efisien di rentang torsi maksimal, bukan di putaran mesin tinggi,” katanya.

Karena itu pengemudi disarankan tidak membiarkan RPM terlalu tinggi sebelum pindah gigi.

Selain itu, injakan pedal gas yang terlalu agresif juga disebut bikin konsumsi BBM lebih boros.

Akselerasi yang halus dan bertahap dinilai lebih efektif untuk menjaga efisiensi bahan bakar, terutama pada kendaraan niaga yang dipakai harian dengan beban kerja tinggi.

YANG LAINNYA