Dalam simulasi perjalanan selama 26 hari dengan jarak tempuh sekitar 450 km per hari dan muatan total 5.400 kg, konsumsi BBM tercatat mencapai 8,6 km/liter menggunakan biosolar.
Angka itu diklaim lebih hemat dibanding rival di kelas yang sama.
Namun hasil konsumsi bahan bakar tetap bisa berubah tergantung kondisi jalan, muatan, hingga gaya berkendara.
Menariknya, Isuzu juga menyoroti kebiasaan pengemudi yang ternyata punya pengaruh besar terhadap konsumsi solar.
Rian menjelaskan teknik eco driving masih jadi faktor penting untuk menjaga efisiensi BBM kendaraan diesel.
“Mesin diesel paling efisien di rentang torsi maksimal, bukan di putaran mesin tinggi,” katanya.
Karena itu pengemudi disarankan tidak membiarkan RPM terlalu tinggi sebelum pindah gigi.
Selain itu, injakan pedal gas yang terlalu agresif juga disebut bikin konsumsi BBM lebih boros.
Akselerasi yang halus dan bertahap dinilai lebih efektif untuk menjaga efisiensi bahan bakar, terutama pada kendaraan niaga yang dipakai harian dengan beban kerja tinggi.