GridOto.com - Sekarang kita bahas Honda City generasi ketiga (SX8) yang pertama masuk ke Indonesia pada Agustus 1996.
Honda City ini dikembangkan dan dibangun di Thailand khusus buat pasar Asia Pasifik alias negara berkembang.
Waktu itu Honda melihat negara-negara berkembang khususnya di ASEAN banyak konsumen kategori first entry buyers alias orang yang baru pertama kali punya mobil.
City ini menurut Honda merupakan jawaban yang tepat.
Pilihan mobil jenis sedan terlihat klop di Indonesia karena di saat bersamaan ada proyek mobil nasional Timor dan Bimantara milik anak daripada yang namanya Presiden Soeharto.
Baca Juga: City Hatchback Tidak Lanjut, Momen Untuk Hadirkan Honda Jazz Hybrid?
Dengan menghadirkan sedan ASEAN dengan harga murah ini, PT Imora Motor (ATPM Honda saat itu) yakin City bisa dipakai menjegal Timor dan Bimantara.
Bodi City yang dikasih kode SX8 ini disangga sasis monokok.
Sedan empat pintu ini memiliki panjang 4.225 mm, lebar 1.690, tinggi 1.390 mm, dan wheelbase 2.500 mm.
Mobil ini pertama hadir di Indonesia dengan mesin bensin 1.300 cc (D13B) dengan sistem bahan bakar karburator.
Waktu pertama kali dijual harganya Rp56.500.000 on-the road. Dibandingkan dengan Timor 515i, Baleno 1.6, dan Nenggala harganya City masih lebih mahal.
Baca Juga: Minat Honda City Hatchback RS, Harga Mobil Barunya Mulai Segini
Alhasil penjualan City 1.3 kurang mengilap.
Sehingga pada Oktober 1997 PT Imora Motor memutuskan meluncurkan Honda City dengan mesin bensin 4-silinder SOHC 1.500 cc (D15B) yang sudah dibekali teknologi VTEC dan injeksi (PGM-FI).
Waktu itu banderolnya Rp59.500.000 on-the road.
Performa mesin 1.500 cc ini sih biasa-biasa saja. Hasil tes tabloid Otomotif waktu itu untuk versi 1.500 cc ketika diajak akselerasi 0-100 km/jam butuh waktu 14,05 detik.
Hasilnya enggak jauh beda dengan sedan sekelas yang masih pakai karburator.
Untuk hasil tes konsumsi bahan bakarnya di dalam kota sekitar 8,5 km/liter.
Baca Juga: Ini Perbandingan Konsumsi BBM Suzuki Baleno Vs Honda City Hatchback
Sementara itu di luar kota mencapai 10,2 km/liter. tergolong irit untuk sedan pada masa itu.
Yang menyenangkan adalah handlingnya.
Stabilitasnya mantap yang merupakan ciri suspensi bikinan Honda. Ketika digenjot di tikungan pada kecepatan tinggi, kedudukan bodi cukup stabil.
Siapa yang masih merawat Honda City ini?