GridOto.com - Kalau ngomongin ayam jago atau ayago di Indonesia, Honda punya sejarah panjang.
Tahun 80 sampai 90-an atau saat era motor 2-Tak berjaya, Honda menelurkan Nova Series (RS, R, S, dan Tena).
Nah, yang mau dibahas sekarang adalah ayago Honda di awal milenium.
Yang sekolah atau kuliah di tahun segitu pasti ingatlah sama Honda Nova Sonic 12 RS.
Honda Nova Sonic 125 RS pertama kali diluncurkan PT Astra Honda Motor pada April 2001 dengan status diimpor secara utuh dari Thailand.
Baca Juga: Mirip Vario Jarak Tempuh 150 km! VinFast Viper Siap Hadir di Indonesia
PT AHM waktu itu membutuhkan riset sekitar satu tahun sebelum meluncurkan motor ini ke Indonesia.
Mereka melakukan pengetesan ketahanan 10.000 km di luar kota dan 4.000 km di dalam kota.
Sonic ini tergolong friendly dikendarai karena sudut kaster dibuat 25°, panjang trail 76,5 mm.
Ia dibekali mesin 4-tak dipasang vertikal 40 derajat berkapasitas 124,7 cc dengan kompresi 11:1.
Makanya waktu itu Nova Sonic 125 minimal pakai Premix atau Super TT, kalau pakai Premium dijamin ngelitik.
Baca Juga: VND Racing Rilis Sokbreaker AK 111, Solusi Anti Coak Body untuk Mio dan Vario 125
Pasokan bensin dan udara dilayani karbu tipe CV (Constan Velocity) ukuran 28 mm dan dilengkapi alat ACV (Air Cut Valve).
Istimewanya, jarum skep digerakkan kevakuman inlet manifold. Proses pengabutan pun jadi sempurna dan bebas gejala nembak di knalpot saat handel gas ditutup pada kecepatan tinggi.
Transmisinya 5-speed. Proses perpindah tenaga makin mantap, karena pelat kopling basahnya dilengkapi pelat judder spring yang berguna mengurangi entakan.
Asyiknya, sistem pelumasan juga menganut pompa oli trochoid.
Pada saat pertama kali diluncurkan Honda Nova Sonic 125 RS ini dilepas dengan harga Rp20.023.000 on-the road untuk wilayah Jabodetabek.
Baca Juga: Tanpa Getok-getok, Semurah Ini Biaya Ganti Komstir Honda Vario
Dengan banderol segini menjadikannya sebagai motor termahal Honda pada waktu itu.
Honda Tiger 2000 CW (Casting Wheels saja hanya dijual Rp19.836.000.
Cuma kalau Sonic 125 RS dibandingkan dengan “Si Tupai” alias Yamaha Y125Z, ia masih kalah mahal.
Pada waktu yang sama bebek impor Yamaha itu dijual Rp22.800.000.