Dari situ, pembalap berumur 16 tahun ini merasa memiliki ruang untuk meningkatkan kecepatan dan mencoba terus maju kedepan.
Keputusan untuk tetap bertahan di depan juga bukan tanpa alasan.
Menurut Rama, jika sampai tercecer ke belakang akan jauh lebih sulit untuk kembali menyalip ke posisi depan.
Baca Juga: Curhat Kiandra Ramadhipa Start Posisi 24 Bisa Finish Terdepan di ETC Catalunya
“Saya pilih stay di depan, karena kalau mundur akan lebih sulit untuk maju lagi,” lanjutnya.
Selain strategi balap, faktor manajemen ban juga jadi perhatian penting.
Rama menilai kondisi ban sangat krusial terutama saat memasuki lap terakhir.
“Manajemen ban itu penting, apalagi untuk last lap karena di situ kita harus attack full dari sektor satu sampai finish,” katanya.
Di Race 2 kemarin Rama menyebut kondisi bannya diakhir balap masih cukup baik berkat setelan motor yang sudah dipersiapkan sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi.
“Saya sudah setup suspensi dari FP1, FP2, sampai kualifikasi. Jadi cukup untuk mengatasi penurunan performa ban,” ungkapnya.
Dengan strategi dan perhitungan yang matang, Rama berhasil finish terdepan dan mengumandangkan Indonesia Raya di Eropa.