Menurut pengakuannya, keputusan tersebut diambil karena pasangannya ingin mengirim anak itu ke rumah sakit jiwa.
Namun, jaksa tidak menemukan catatan medis yang menunjukkan anak tersebut memiliki gangguan kejiwaan sebelum menghilang.
Ayah korban kini ditahan dan menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk penculikan.
Sementara itu, pasangan ayah tersebut membantah mengetahui keberadaan anak di dalam mobil van.
Meski demikian, ia tetap didakwa atas dugaan gagal memberikan pertolongan kepada anak di bawah umur yang berada dalam bahaya.
Dia dibebaskan dengan status pengawasan yudisial.
Penemuan kasus ini mengejutkan warga sekitar.
Tetangga bernama Danielle mengaku tidak pernah mencurigai adanya kejadian tersebut.
"Kami tidak mengerti. Ini mengerikan, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkannya," ujar Danielle, dikutip dari Sky News, (11/4/26).
Ia juga menambahkan, selama ini tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang dia perhatikan.
Baca Juga: Viral Balita Terkunci Dalam Mobil di Jakut, Ahli Sebut Alasan Si Ibu Enggak Bisa Buka Pintu
"Saya tidak pernah sekali pun melihat apa pun, tidak pernah mendengar apa pun... Rasanya seperti kita hidup dalam film atau mimpi, dan kita terus berpikir, 'besok saya akan bangun, dan mungkin ini tidak nyata'. Kami benar-benar tidak bisa memahaminya," lanjutnya.
Sementara itu, dua anak lain dalam keluarga tersebut kini berada dalam perlindungan layanan sosial.
Mereka adalah saudara perempuan korban yang berusia 12 tahun, serta anak perempuan pasangan ayahnya yang berusia 10 tahun.
Menurut keterangan teman dan keluarga, mereka sebelumnya mengira korban anak laki-laki tadi sedang dirawat di fasilitas psikiatri.
Sementara pihak sekolah menerima informasi bahwa anak tersebut telah dipindahkan ke sekolah lain.