Fenomena ini rupanya tidak hanya dialami satu orang. Banyak pengguna lain juga melaporkan kejadian serupa dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina memberikan penjelasan resmi.
Berdasarkan informasi dari Instagram Pertamina Contact Center 135, saat ini sedang dilakukan pembaruan sekaligus penyesuaian data konsumen.
Hal ini juga dibenarkan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun.
“Untuk konsumen yang barcode-nya hilang, ada kemungkinan karena Cleansing System berkala karena data-data yang di dalam sistem kurang lengkap atau kurang sempurna,” ujarnya melansir dari Kompas.com, Minggu (26/4/2026).
“Konsumen dapat menghubungi 135 untuk memverifikasi ulang datanya apabila memang benar pengguna subsidi,” katanya.
Dengan begitu, hilangnya barcode bukan terjadi tanpa sebab. Sistem Pertamina secara berkala melakukan verifikasi dan pembersihan data guna memastikan hanya konsumen yang memenuhi kriteria yang dapat mengakses BBM subsidi.
Bagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa, disarankan untuk kembali melakukan pendaftaran melalui situs subsiditepat.mypertamina.id atau aplikasi MyPertamina.
Pastikan seluruh data yang dimasukkan, seperti nomor polisi kendaraan, sudah benar dan sesuai agar pengajuan tidak kembali ditolak.