GridOto.com – Banyak bikers yang hanya ganti oli mesin tapi enggak pernah memperhatikan kondisi air radiator.
Alhasil, sistem pendinginan motor jadi enggak maksimal yang berisiko membuat mesin jadi overheat.
Makanya, seiring pemakaian sebaiknya pantau terus kualitas dan volume air radiator di motor.
Jika kualitasnya sudah tampak menurun, sebaiknya segera lakukan penggantian.
Berikut 5 ciri atau gejala air radiator atau coolant motor minta diganti.
1. Perubahan Warna dan Tekstur
Beberapa air radiator atau coolant diberi warna supaya untuk memudahkan dalam mengetahuinya jika terjadi kebocoran.
“Ciri-cirinya air radiator atau coolant minta diganti yaitu adanya perubahan warna dan juga tekstur,” buka Johnson Wijaya, National Brand & Regional Sales Manager PT Laris Chandra, distributor resmi Prestone coolant kepada GridOto.com.
2. Suhu Mesin Naik
Salah satu ciri air radiator atau coolant minta diganti ialah suhu mesin motor kalian mudah naik.
“Suhu mesin mudah naik bisa jadi ciri-ciri atau gejala coolant harus diganti,” kata Johnson saat dihubungi melalui pesan singkat pada Selasa (14/04/2026).
Soalnya coolant tersebut gagal menyerap dan membuang panas mesin secara optimal.
Baca Juga: Jangan Asal Tuang! Campur Coolant Beda Jenis Bisa Bikin Mesin Overheat, Ini Kata Ahlinya
3. Muncul Endapan atau Kerak
Ciri air radiator atau coolant minta diganti selanjutnya ialah munculnya endapan atau kerak.
“Dampak turunnya kualitas air radiator atau coolant membuat munculnya endapat atau kerak,” kata Johnson.
Hal ini disebabkan karena zat aditif berupa anti-korosi pada air radiator sudah rusak.
Efeknya munculnya endapan atau kerak yang berasal dari korosi sistem pendinginan motor yang terbuat dari logam.
Baca Juga: Pentingnya Kuras Radiator Coolant Mobil, Bikin Komponen ini Awet
4. Bau Terbakar
“Gejala air radiator sudah waktunya diganti juga dari terciumnya bau terbakar,” kata Johson.
Apalagi kalau radiator atau coolant sampai bocor dan mengenai area mesin.
5. Masa Pakai Sudah Lewat
Segera ganti air radiator motor kalian jika sudah lewat dari masa pakainya
Pabrikan dan bengkel sepakat kalau air radiator atau coolant motor bisa digunakan 1 tahun atau 12.000 km.
“Coolant juga bisa basi yang dimana kadar PH-nya berubah,” tuturnya.
Kalau semakin asam bisa merusak komponen logam yang dilalui oleh air radiator atau coolant.