Pengemudi Peka Pasti Merasakan, Ban Mobil Pasti Getar Usai Parkir Dalam Waktu Lama

Irsyaad W - Senin, 13 April 2026 | 09:30 WIB

Ilustrasi mobil parkir lama

GridOto.com - Pengemudi peka pasti merasakan keanehan usai mobil terparkir dalam waktu lama.

Yakni pasti ban akan bergetar ketika pertama kali diajak melaju.

Jika merasakannya, itu tanda ada kerusakan bernama flat spot atau perubahan bentuk tapak ban yang tak lagi bulat sempurna.

Menurut Fachrul Rozi, Product Marketing Manager Michelin Indonesia, ban yang terus-menerus menopang beban mobil dalam posisi diam berpotensi mengalami deformasi pada titik tertentu.

"Ban yang terlalu lama diam dengan beban kendaraan akan mengalami tekanan statis pada satu titik. Ini bisa menyebabkan flat spot, sehingga saat mobil digunakan kembali akan terasa getaran, terutama di awal perjalanan," kata Rozi, (4/4/26) melansir Kompas.com.

Rozi menjelaskan, kondisi tersebut umumnya terjadi pada mobil yang jarang dipakai, seperti mobil kedua, mobil koleksi, atau kendaraan yang hanya digunakan pada momen tertentu.

Flat spot sendiri bisa bersifat sementara, namun juga dapat menjadi permanen jika dibiarkan terlalu lama.

Pada kasus ringan, getaran akibat flat spot biasanya akan hilang setelah kendaraan digunakan beberapa kilometer.

Hal ini karena struktur ban kembali 'relaksasi' seiring perputaran dan panas yang dihasilkan selama berkendara.

Namun, jika kondisi sudah parah, bentuk ban bisa sulit kembali normal.

Baca Juga: Begini Cara Ampuh Cegah Flat Spot Akibat Mobil Parkir Terlalu Lama

Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Permukaan ban yang terus menerus mendapat beban dan suhu dingin dalam waktu lama, akan mengalami flat spotting

Akibatnya, kenyamanan berkendara terganggu dan dalam jangka panjang dapat memengaruhi komponen lain seperti suspensi.

Untuk mencegah hal tersebut, Rozi menyarankan agar mobil tetap digunakan secara berkala, meski hanya dalam jarak dekat.

"Sebaiknya kendaraan digunakan minimal dua pekan sekali. Tujuannya agar posisi tapak ban berubah dan struktur karet tidak terus-menerus tertekan di satu titik," ujarnya.

Selain itu, menjaga tekanan angin ban tetap sesuai rekomendasi juga penting untuk mengurangi risiko deformasi.

Ban dengan tekanan kurang akan lebih mudah mengalami perubahan bentuk saat menopang beban dalam waktu lama.

Sebagai langkah tambahan, pemilik kendaraan juga bisa menggeser posisi mobil secara berkala jika memang tidak memungkinkan untuk digunakan di jalan.

Cara ini dinilai cukup efektif untuk mendistribusikan beban ke bagian ban yang berbeda.

Dengan perawatan sederhana tersebut, risiko kerusakan ban akibat mobil terlalu lama diam bisa diminimalkan, sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan saat kendaraan kembali digunakan.

YANG LAINNYA