Baca Juga: Begini Cara Ampuh Cegah Flat Spot Akibat Mobil Parkir Terlalu Lama
Akibatnya, kenyamanan berkendara terganggu dan dalam jangka panjang dapat memengaruhi komponen lain seperti suspensi.
Untuk mencegah hal tersebut, Rozi menyarankan agar mobil tetap digunakan secara berkala, meski hanya dalam jarak dekat.
"Sebaiknya kendaraan digunakan minimal dua pekan sekali. Tujuannya agar posisi tapak ban berubah dan struktur karet tidak terus-menerus tertekan di satu titik," ujarnya.
Selain itu, menjaga tekanan angin ban tetap sesuai rekomendasi juga penting untuk mengurangi risiko deformasi.
Ban dengan tekanan kurang akan lebih mudah mengalami perubahan bentuk saat menopang beban dalam waktu lama.
Sebagai langkah tambahan, pemilik kendaraan juga bisa menggeser posisi mobil secara berkala jika memang tidak memungkinkan untuk digunakan di jalan.
Cara ini dinilai cukup efektif untuk mendistribusikan beban ke bagian ban yang berbeda.
Dengan perawatan sederhana tersebut, risiko kerusakan ban akibat mobil terlalu lama diam bisa diminimalkan, sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan saat kendaraan kembali digunakan.