Menhub Dudy Purwagandhi Murka, Ancam Tutup Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek

Irsyaad W - Sabtu, 11 April 2026 | 21:00 WIB

Rest Area KM 57 tol Jakarta-Cikampek (Japek)

GridOto.com - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi murka dengan rest area KM 57 tol Jakarta-Cikampek.

Dudy mengancam akan menutup permanen rest area tersebut.

"Saya kemarin bilang, kalau tidak dilakukan perbaikan, tutup saja. Karena ini sangat mengganggu, jangan sampai jalan tol jadi bottleneck," kata Dudy di Jakarta, (9/4/26).

Lonjakan kendaraan membuat kapasitas rest area tidak memadai.

Antrean panjang terjadi hingga ke badan jalan tol.

Dudy menilai potensi kepadatan sudah ada sejak lama. Volume kendaraan yang tinggi memperparah kondisi.

"Kalau boleh jujur, KM 57 ini punya potensi menyebabkan kepadatan. Ketika flow kendaraan sangat besar, yang depan belum keluar, yang belakang sudah menyusul, akhirnya terjadi penumpukan," jelasnya.

Baca Juga: Rest Area KM 57 dan 62 Tol Jakarta-Cikampek Bakal Bikin Pangling, Belajar Kejadian Mudik Lebaran 2026

IG/@dudypdaily
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi

Kepadatan terjadi pada puncak arus mudik. Antrean berlangsung dari tengah malam hingga pagi.

"Terjadi kepadatan dari sekitar pukul 00.00 sampai 06.00 atau 07.00 pagi, karena arus sangat tinggi dan rest area tidak mampu menampung jumlah pemudik," ujar Dudy.

Pemerintah mendorong perbaikan bersama pengelola jalan tol dan kementerian terkait.

Fokus diarahkan pada akses masuk, pengaturan arus di dalam area, dan penambahan kapasitas.

"Yang ingin kita perbaiki adalah akses masuk, flow di dalam rest area, dan kapasitasnya harus ditambah," kata Dudy.

Langkah mitigasi juga disiapkan. Sistem buka tutup akan diterapkan berdasarkan tingkat kepadatan.

"Kita akan lakukan buka-tutup dengan menghitung rasio kepadatan. Ini sudah dilakukan di beberapa rest area saat arus balik," ujarnya.

Baca Juga: Jangan Egois, Segini Waktu Maksimal Istirahat di Rest Area saat Mudik Lebaran

Farida/Kompas.com
Kemacetan di pintu masuk rest area KM 57 tol Jakrta-Cikampek (Japek)

Dudy menekankan perubahan perilaku pengguna jalan. Pengendara diminta tidak berhenti terlalu lama.

"Satu menit berhenti saja bisa menyebabkan antrean panjang di belakang. Ini yang harus kita edukasi," katanya.

Ia juga meminta pemudik merencanakan perjalanan. Pengisian bahan bakar dan kebutuhan lain sebaiknya disiapkan sejak awal.

"Kalau dari Jakarta, sebenarnya KM 57 belum waktunya berhenti. Tapi karena kebiasaan, banyak yang tetap berhenti di sana," ujarnya.

Pemerintah telah menyediakan informasi lalu lintas secara real time.

Data berasal dari CCTV dan pemantauan udara. Pemanfaatan informasi dinilai belum optimal.

Dudy meminta masyarakat mulai menggunakan data tersebut untuk merencanakan perjalanan.

YANG LAINNYA