"Terjadi kepadatan dari sekitar pukul 00.00 sampai 06.00 atau 07.00 pagi, karena arus sangat tinggi dan rest area tidak mampu menampung jumlah pemudik," ujar Dudy.
Pemerintah mendorong perbaikan bersama pengelola jalan tol dan kementerian terkait.
Fokus diarahkan pada akses masuk, pengaturan arus di dalam area, dan penambahan kapasitas.
"Yang ingin kita perbaiki adalah akses masuk, flow di dalam rest area, dan kapasitasnya harus ditambah," kata Dudy.
Langkah mitigasi juga disiapkan. Sistem buka tutup akan diterapkan berdasarkan tingkat kepadatan.
"Kita akan lakukan buka-tutup dengan menghitung rasio kepadatan. Ini sudah dilakukan di beberapa rest area saat arus balik," ujarnya.
Baca Juga: Jangan Egois, Segini Waktu Maksimal Istirahat di Rest Area saat Mudik Lebaran
Dudy menekankan perubahan perilaku pengguna jalan. Pengendara diminta tidak berhenti terlalu lama.
"Satu menit berhenti saja bisa menyebabkan antrean panjang di belakang. Ini yang harus kita edukasi," katanya.
Ia juga meminta pemudik merencanakan perjalanan. Pengisian bahan bakar dan kebutuhan lain sebaiknya disiapkan sejak awal.
"Kalau dari Jakarta, sebenarnya KM 57 belum waktunya berhenti. Tapi karena kebiasaan, banyak yang tetap berhenti di sana," ujarnya.
Pemerintah telah menyediakan informasi lalu lintas secara real time.
Data berasal dari CCTV dan pemantauan udara. Pemanfaatan informasi dinilai belum optimal.
Dudy meminta masyarakat mulai menggunakan data tersebut untuk merencanakan perjalanan.