GridOto.com - Puncak arus balik Nataru 2025/2026 sudah dimulai yang diprediksi berlangsung 2-4 Januari 2026.
Sekitar 4,1 juta pengguna jalan tol yang diprediksi akan kembali ke perantauan.
Nah salah satu momok terbesar saat arus balik adalah rest area yang membeludak.
Namun, tahukah kalian bahwa keluar tol sejenak untuk beristirahat justru bisa menjadi pilihan lebih nyaman tanpa harus membayar tarif tambahan.
Banyak pengguna jalan ragu untuk keluar dari gerbang tol saat merasa lelah karena takut dikenakan biaya mahal.
Meluruskan hal ini, Group Chief Technical Officer Astra Infra, Rinaldi, memberikan edukasi penting mengenai keuntungan sistem transaksi tertutup.
Ia mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan tempat istirahat serta fasilitas yang terletak tidak jauh dari exit gerbang tol.
Baca Juga: Awas Macet, Arus Balik Nataru Trans Jawa Diprediksi Pecah Tanggal Segini
"Hal ini karena Astra Infra menggunakan sistem transaksi tertutup, pengguna jalan dapat keluar untuk istirahat atau kulineran, lalu masuk kembali tanpa dikenakan tarif tol tambahan,” jelas Rinaldi, dikutip Kompas.com, Jumat (02/01/2026).
Dalam sistem tertutup seperti pada Ruas Tol Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto, tarif dihitung berdasarkan jarak tempuh antara titik masuk (tap in) dan titik keluar (tap out).
Jika kalian keluar di gerbang tol terdekat untuk mencari rumah makan atau SPBU di luar jalur tol, kalian hanya membayar jarak yang sudah ditempuh.
Saat masuk kembali, perhitungan jarak dimulai dari nol lagi.
Total biaya yang dikeluarkan akan tetap sama jika kalian berkendara terus-menerus.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR