Sering Telan Korban, Ini Alasan Jalur Parakan–Kertek Wonosobo Dijuluki Jalur Tengkorak

Ferdian - Jumat, 10 April 2026 | 15:00 WIB

Parakan-Kertek Wonosobo disebut jalur tengkorak

GridOto.com - Jalur Parakan–Kertek sejak lama memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kabupaten Wonosobo.

Kondisi ini bukan tanpa sebab, karakter jalan yang panjang dan didominasi turunan menjadi tantangan berat, terutama untuk kendaraan bermuatan besar.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonosobo, Iptu Agista Erikha, menjelaskan bahwa faktor geografis menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut.

“Dikatakan jalur tengkorak karena banyak kecelakaan yang mengakibatkan fatalitas tinggi."

"Itu karena faktor geografisnya,” ujarnya kepada tribunjateng.com, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, panjang turunan dari perbatasan Temanggung hingga Simpang Empat Kertek mencapai sekitar 16 kilometer tanpa henti.

Kondisi ini membuat sistem pengereman kendaraan bekerja ekstra keras.

Jika pengemudi tidak menggunakan teknik berkendara yang tepat, risiko kecelakaan akan meningkat drastis.

Namun, di luar faktor geografis, kesalahan pengemudi justru menjadi penyebab yang paling sering terjadi di lapangan.

Baca Juga: Bak Wilayah Tanpa Aturan, Lampu Merah di Jalur Tengkorak Cilincing Tak Ada Harga Dirinya

Banyak sopir, terutama pengemudi truk bermuatan belum memahami cara melintasi jalur ekstrem tersebut.

Salah satu kesalahan umum adalah tidak menggunakan gigi rendah saat menuruni jalan.

Padahal, penggunaan gigi rendah sangat penting untuk memanfaatkan engine brake, sehingga beban pengereman tidak sepenuhnya bertumpu pada rem.

Jika hanya mengandalkan rem, apalagi di turunan panjang, sistem pengereman bisa mengalami panas berlebih hingga kehilangan fungsi.

Menariknya, kecelakaan di jalur ini justru kerap terjadi saat lalu lintas tidak terlalu padat, seperti pada dini hari, malam, atau pagi hari.

Dalam kondisi lengang, pengemudi sering merasa lebih aman dan mengabaikan teknik berkendara yang benar.

Dari sisi fasilitas, jalur penyelamat (escape lane) di kawasan tersebut masih sangat terbatas. Saat ini hanya tersedia satu jalur penyelamat di Prumbanan, serta pagar penahan kecelakaan di bawah Simpang Empat Kertek.

Jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami kegagalan rem di sepanjang jalur turunan.

Baca Juga: Jalur Tengkorak Sarangan Telan Korban Jiwa, Vario Dibawa 2 Remaja Alami Tragedi Ini

Selain itu, belum adanya pos pengawasan permanen di jalur atas juga menjadi kendala dalam pengendalian kendaraan berat sejak awal.

Padahal, area tersebut dinilai cukup luas untuk dijadikan lokasi pemeriksaan atau tempat istirahat kendaraan.

Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Wonosobo mendorong upaya pencegahan sejak kendaraan memasuki jalur turunan. Salah satunya melalui pembangunan jembatan timbang guna mengontrol muatan kendaraan.

Jika muatan melebihi kapasitas, kendaraan bisa ditahan sementara, karena beban berlebih akan meningkatkan risiko kegagalan pengereman di turunan panjang.

Selain itu, edukasi kepada pengemudi juga dianggap penting, terutama terkait penggunaan gigi rendah dan teknik pengereman yang benar.

“Supaya pengereman tidak terlalu terbebani, bisa terbantu dengan engine brake dari mesin,” jelasnya menukil TribunJateng.

Hingga kini, kendaraan besar masih bergantung pada jalur Parakan–Kertek karena belum tersedia jalur alternatif yang memadai.

Baca Juga: KNKT Ungkap Fitur yang Mampu Selamatkan Truk Rem Blong Dari Maut

Jalur lain yang ada dinilai belum aman untuk dilalui kendaraan berat.

Berbagai langkah seperti pemasangan rambu peringatan, sosialisasi, hingga pemeriksaan kendaraan sebenarnya telah dilakukan.

Namun, kecelakaan masih terus terjadi.

Hal ini menunjukkan bahwa persoalan di jalur Parakan–Kertek tidak hanya disebabkan oleh kondisi jalan, tetapi juga berkaitan dengan kedisiplinan pengemudi serta sistem pengawasan yang belum optimal.

“Sementara hanya ada satu jalur penyelamat di Prumbanan dan pagar penahan kecelakaan atau istilahnya benteng takeshi yang di bawah Simpang Empat Kertek itu,” ungkapnya.

Pihak kepolisian pun berencana menggelar rapat bersama para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah pencegahan guna meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang.

YANG LAINNYA