Padahal, area tersebut dinilai cukup luas untuk dijadikan lokasi pemeriksaan atau tempat istirahat kendaraan.
Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Wonosobo mendorong upaya pencegahan sejak kendaraan memasuki jalur turunan. Salah satunya melalui pembangunan jembatan timbang guna mengontrol muatan kendaraan.
Jika muatan melebihi kapasitas, kendaraan bisa ditahan sementara, karena beban berlebih akan meningkatkan risiko kegagalan pengereman di turunan panjang.
Selain itu, edukasi kepada pengemudi juga dianggap penting, terutama terkait penggunaan gigi rendah dan teknik pengereman yang benar.
“Supaya pengereman tidak terlalu terbebani, bisa terbantu dengan engine brake dari mesin,” jelasnya menukil TribunJateng.
Hingga kini, kendaraan besar masih bergantung pada jalur Parakan–Kertek karena belum tersedia jalur alternatif yang memadai.
Baca Juga: KNKT Ungkap Fitur yang Mampu Selamatkan Truk Rem Blong Dari Maut
Jalur lain yang ada dinilai belum aman untuk dilalui kendaraan berat.
Berbagai langkah seperti pemasangan rambu peringatan, sosialisasi, hingga pemeriksaan kendaraan sebenarnya telah dilakukan.
Namun, kecelakaan masih terus terjadi.
Hal ini menunjukkan bahwa persoalan di jalur Parakan–Kertek tidak hanya disebabkan oleh kondisi jalan, tetapi juga berkaitan dengan kedisiplinan pengemudi serta sistem pengawasan yang belum optimal.
“Sementara hanya ada satu jalur penyelamat di Prumbanan dan pagar penahan kecelakaan atau istilahnya benteng takeshi yang di bawah Simpang Empat Kertek itu,” ungkapnya.
Pihak kepolisian pun berencana menggelar rapat bersama para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah pencegahan guna meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang.