GridOto.com - Jalur Parakan–Kertek sejak lama memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kabupaten Wonosobo.
Kondisi ini bukan tanpa sebab, karakter jalan yang panjang dan didominasi turunan menjadi tantangan berat, terutama untuk kendaraan bermuatan besar.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonosobo, Iptu Agista Erikha, menjelaskan bahwa faktor geografis menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut.
“Dikatakan jalur tengkorak karena banyak kecelakaan yang mengakibatkan fatalitas tinggi."
"Itu karena faktor geografisnya,” ujarnya kepada tribunjateng.com, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, panjang turunan dari perbatasan Temanggung hingga Simpang Empat Kertek mencapai sekitar 16 kilometer tanpa henti.
Kondisi ini membuat sistem pengereman kendaraan bekerja ekstra keras.
Jika pengemudi tidak menggunakan teknik berkendara yang tepat, risiko kecelakaan akan meningkat drastis.
Namun, di luar faktor geografis, kesalahan pengemudi justru menjadi penyebab yang paling sering terjadi di lapangan.
Baca Juga: Bak Wilayah Tanpa Aturan, Lampu Merah di Jalur Tengkorak Cilincing Tak Ada Harga Dirinya