GridOto.com - QJMotor menunjukkan keseriusannya dalam membangun industri otomotif di Indonesia dengan menyiapkan roadmap peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Komitmen tersebut disampaikan saat pabrik QJMotor Manufacture Indonesia menerima kunjungan kerja dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VII dalam rangka peninjauan kesiapan investasi dan pengembangan industri otomotif nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Pertaunan Dulay, menekankan pentingnya penerapan TKDN bagi setiap investasi di sektor manufaktur agar mampu memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri.
“Kami mendorong agar setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujar Saleh dalam keterangan tertulis yang diterima GridOto.com pada, Rabu (8/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, manajemen QJMotor Manufacture Indonesia menegaskan bahwa peningkatan TKDN telah menjadi bagian dari roadmap perusahaan yang akan dijalankan secara bertahap seiring dengan penguatan kapasitas produksi dan pengembangan rantai pasok lokal.
Selain mendorong penggunaan komponen dalam negeri, perusahaan juga menaruh perhatian besar pada pengembangan SDM otomotif di Indonesia.
Factory Division Head QJMotor Manufacture Indonesia, Bintang, mengatakan bahwa investasi jangka panjang perusahaan juga diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui program transfer pengetahuan dari pusat QJMotor di China.
“Komitmen terhadap investasi jangka panjang juga diperkuat dengan fokus pada penyerapan tenaga kerja lokal serta pengembangan kompetensi SDM di sektor otomotif melalui strategi transfer knowledge antara pusat QJMotor di China dan talenta lokal,” jelas Bintang.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, juga menyoroti pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam seluruh proses manufaktur guna memastikan kualitas produk serta perlindungan konsumen.