GridOto.com - Ada angin segar di tengah ketegangan Amerika Serikat dan Israel Vs Iran.
Iran mengumumkan telah membuka selat Hormuz, setelah sepakat gencatan senjata dengan Amerika Serikat selama dua minggu.
Spontan ini membuat harga minyak dunia anjlok sekitar 16 persen.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, gencatan senjata dilaksanakan sesuai kesediaan Iran membuka Selat Hormuz secara penuh.
"Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua sisi!” tulis Trump di Truth Social, dikutip dari CNBC, (7/4/26).
Ia menambahkan, kesepakatan itu tergantung pada persetujuan Iran untuk membuka Selat Hormuz secara penuh, aman dan secepatnya.
Dikutip dari Al Jazeera, (7/4/26), Trump menyatakan, kesepakatan itu tercapai atas bantuan mediator Pakistan dan memiliki syarat agar Selat Hormuz dibuka kembali.
Sebelumnya, Selat Hormuz diblokade oleh Iran hingga memicu terhambatnya pasokan minyak mentah dunia.
Tak lama setelah pengumuman Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai.
Araghchi juga memastikan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia bakal dibuka kembali.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 60 Persen Berimbas ke BBM, Ini Jawaban Pertamina
"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang tangguh akan menghentikan operasi pertahanan mereka," terang Araghchi.
"Selama dua minggu ke depan, pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz dapat dilakukan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan batasan-batasan teknis yang ada," sambungnya.
Lebih jauh, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan sebanyak belasan persen usai Trump umumkan gencatan senjata.
Ketika perang antara AS dan Iran terjadi dan Selat Hormuz ditutup, harga minyak sempat meningkat hingga lebih dari 100 dollar AS (Rp 1,7 juta) per barel (setara 158,9 liter).
Dilansir dari Reuters, (8/4/26), harga minyak kemudian turun di bawah 100 dollar AS per barel pada pukul 00.23 GMT.
Adapun harga minyak Brent mengalami penurunan sebesar 13,6 persen atau 14,84 dollar AS, menjadi 94,43 dollar AS (Rp 1.605.026) per barel.
Kemudian, harga minyak WTI (West Texas Intermediate) turun 14,3 persen atau 16,13 dollar AS, menjadi 96,82 dollar AS (Rp 1.645.649) per barel.
Melalui pernyataan terpisah, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengisyaratkan gencatan senjata dapat diperpanjang melampaui jangka waktu dua minggu awal jika negosiasi berjalan lancar.
Pembicaraan lanjutan diperkirakan akan berlangsung di Islamabad, Pakistan dalam beberapa pekan mendatang.
Sementara itu, Trump menjelaskan jangka waktu dua minggu ke depan akan dihabiskan untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Iran.
Baca Juga: Meski Harga Minyak Mentah Dunia Naik, Harga BBM Subsidi Tetap
Dia menyatakan secara optimis bahwa setiap perselisihan di masa lalu telah terselesaikan.
"Hampir semua poin-poin yang sebelumnya menjadi sumber perselisihan telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran," kata Trump.
"Merupakan suatu kehormatan bahwa masalah yang telah berlangsung lama ini hampir terselesaikan," imbuhnya.