Jaecoo Dorong Mobil Listrik sebagai Alternatif yang Semakin Relevan

Wisnu Andebar - Rabu, 8 April 2026 | 10:45 WIB

JAECOO J5 EV

GridOto.com - Ketegangan geopolitik global yang masih terjadi dinilai berpotensi memicu kerentanan pada sektor energi, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut juga mulai dilihat sebagai momentum bagi kendaraan elektrifikasi, termasuk mobil listrik, untuk semakin dilirik oleh konsumen.

Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Ilham Pratama, mengatakan bahwa saat ini kendaran listrik dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mulai mempertimbangkan kendaraan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Melihat kondisi saat ini, kendaraan EV hadir sebagai salah satu pilihan atau alternatif kendaraan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Ilham kepada GridOto.com, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, mobil listrik dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus menekan biaya operasional kendaraan dalam jangka panjang.

Ia mencontohkan, penggunaan mobil listrik dapat memberikan efisiensi biaya energi yang cukup signifikan dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.

“Mobil listrik dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan dengan BBM sekaligus menekan biaya operasional. Dari sisi biaya, penggunaan listrik jauh lebih ekonomis dibandingkan bensin,” jelasnya.

Sebagai gambaran, Ilham menyebut model Jaecoo J5 EV memiliki biaya pengisian daya sekitar Rp 3,5 juta per tahun.

Angka tersebut disebut bisa lebih hemat hingga sekitar Rp 18 juta dibandingkan penggunaan mobil berbahan bakar bensin dalam periode yang sama.

Baca Juga: JAECOO Catat Penjualan Ciamik di Pasar Eropa dan Asia Tenggara, Teknologi Ini Jadi Senjata 

Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kendaraan menempuh jarak sekitar 18.000 km per tahun, dengan tarif listrik rumah Rp 1.700 per kWh dan harga bensin Rp 12.300 per liter.

Selain dari sisi biaya energi, Ilham juga menilai mobil listrik menawarkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dibandingkan kendaraan konvensional.

“Mobil listrik juga menawarkan kenyamanan yang lebih maksimal dengan kabin lebih senyap, akselerasi lebih responsif, dan minim getaran,” katanya.

Ia menambahkan, dari sisi perawatan kendaraan listrik juga relatif lebih praktis karena jumlah komponen yang lebih sedikit dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal.

Tidak hanya itu, kendaraan listrik juga memiliki keuntungan dari sisi biaya kepemilikan, termasuk pajak tahunan yang lebih ringan karena adanya insentif dari pemerintah.

“Untuk biaya pajak tahunan juga lebih terjangkau, karena mendapatkan subsidi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga 90 persen,” ucap Ilham.

Di wilayah tertentu seperti Jakarta, penggunaan mobil listrik juga dinilai lebih praktis karena tidak dikenakan pembatasan lalu lintas ganjil-genap.

Dengan berbagai faktor tersebut, Ilham menilai mobil listrik dapat menjadi salah satu pilihan mobilitas yang lebih efisien.

“Dengan demikian, mobil listrik dapat menjadi salah satu pilihan yang rasional dalam jangka panjang,” tutupnya

YANG LAINNYA