Meski begitu Bagnaia tidak menanggapi secara langsung, namun mengakui performa lawan khususnya dalam pengereman mengalami peningkatan signifikan.
“Saya sempat unggul 1,3 detik, lalu jadi 0,8 detik, dan di Tikungan 7 saya sudah bisa mendengar kamu,” kata Francesco Bagnaia.
“Kalian sekarang sudah meningkatkan kemampuan pengereman, benar-benar kuat.” tambahnya.
Dalam balapan utama hari Minggu, Bagnaia diketahui kembali mengalami kendala pada ban yang membuat performanya menurun, hingga finis di posisi ke-10 setelah sempat berada di lima besar.
Sementara itu, Martin berhasil finis kedua di belakang rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang sebelumnya gagal finis di Sprint.
Baca Juga: Pembalap Cidera, Ducati MX Team Indonesia Tunjuk Mohammad Zidane di FMSCT Thailand Motocross 2026
Acosta sempat kehilangan podium Sprint akibat penalti tekanan ban, namun mampu menebusnya di balapan utama dengan kembali meraih posisi tiga besar.
Di klasemen sementara, Bezzecchi memimpin dengan selisih tipis atas Martin, diikuti Acosta di posisi ketiga.
Sementara itu, pembalap VR46 Fabio di Giannantonio menjadi wakil Ducati terbaik di posisi keempat, disusul juara bertahan Marc Marquez di posisi kelima, dan Bagnaia di urutan kedelapan.
Ke depan, Acosta disebut-sebut berpotensi menggantikan posisi Bagnaia di Ducati pada musim 2027.