GridOto.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia berpotensi mengalami kenaikan per 1 April 2026.
Indikasi ini muncul seiring tekanan dari berbagai faktor global dan regional, yang dalam beberapa pekan terakhir terus mengerek harga energi.
"Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional," jelas ekonom Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo dikutip dari WartaKota, Senin (30/3/2026).
Namun, Wisnu meyakini kenaikan harga BBM nonsubdisi tak lebih dari 10 persen.
"Kenaikan BBM nonsubsidi saya prediksi masih di bawah 10 persen, sekitar 5 sampai 10 persen," jelasnya.
Menurutnya, acuan dari Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus yang memonitor rutin perkembangan harga minyak dunia menjadi tolok ukurnya.
Bila harga minyak dunia naik, banderol ditingkat pengecer ikut terdampak.
"Variabel harga acuan dan kurs saat ini sangat dinamis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian harga di tingkat eceran," kata Wisnu.
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
Baca Juga: SUV Mewah Gak Takut Krisis BBM, Seirit ini Konsumsi Listrik XPENG G6