GridOto.com- Oli transmisi mobil matic sering luput dari perhatian karena tidak terlihat seperti oli mesin.
Padahal, komponen ini punya peran penting dalam menjaga kinerja perpindahan gigi tetap halus.
Jika tidak diganti secara berkala, risiko kerusakan transmisi bisa meningkat.
“Kalau oli transmisi telat diganti, efeknya bisa bikin waktu ganti gigi itu jadi kasar sampai selip bahkan,” ujar Wiwiek, pemilik Bengkel Mandala Spesialis Transmisi di Kiaracondong, Bandung.
Oli transmisi berfungsi sebagai pelumas sekaligus pendingin komponen di dalam girboks.
Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran, Ganti Oli Transmisi Matik Manfaatnya Ini
Selain itu, oli ini juga membantu proses perpindahan gigi agar tetap responsif.
Seiring waktu, kualitas oli akan menurun dan tidak lagi bekerja optimal.
Akibatnya, komponen transmisi bisa mengalami keausan lebih cepat.
“Kalau dibiarin lama-lama bisa merusak komponen dalam transmisi yang biayanya juga udah pasti nggak murah,” lanjutnya.
Untuk mencegah hal tersebut, penggantian oli transmisi perlu dilakukan sesuai interval.
Baca Juga: Begini Gejala Yang Dirasakan Saat Mounting Transmisi Mobil Bekas Rusak
Umumnya, oli transmisi matic disarankan diganti setiap 40.000 km atau sekitar 3 tahun pemakaian.
Perawatan ini penting untuk menjaga performa dan memperpanjang usia pakai transmisi.