Mobil Otonom Bikin Polisi Bingung, Bikin Kesalahan Tapi Tak Bisa Ditilang

Irsyaad W - Senin, 30 Maret 2026 | 12:30 WIB

Chrysler Minivan dengan teknologi self driving Waymo

GridOto.com - Teknologi mobil tanpa sopir atau mobil otonom bikin seorang Polisi bingung.

Saat mobil bikin kesalahan, Polisi tak bisa memberikan tilang karena tidak ada pengemudinya.

Hal ini terjadi di San Bruno, California, Amerika Serikat yang diketahui mobil otonom tersebut putar balik secara ilegal di persimpangan lalu lintas.

Peristiwa itu terjadi saat petugas menggelar operasi penindakan pengemudi mabuk (DUI) pada September 2025.

Mereka menghentikan sebuah mobil otonom yang kedapatan melakukan putar balik ilegal.

Namun, saat didekati, tidak ada seorang pun di balik kemudi.

Mobil tersebut merupakan kendaraan tanpa pengemudi milik Waymo, layanan transportasi otonom yang beroperasi di wilayah Teluk San Francisco.

Dalam unggahan resmi kepolisian San Bruno, terlihat seorang petugas memeriksa mobil putih khas Waymo yang telah dihentikan. Tetapi, tilang tidak dapat diterbitkan.

"Karena tidak ada pengemudi manusia, surat tilang tidak bisa dikeluarkan. Buku tilang kami tidak memiliki kolom untuk 'robot'‚ tulis kepolisian dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir The Guardian, (30/9/25).

Pihak kepolisian menyatakan telah memberi tahu Waymo mengenai kesalahan sistem tersebut dan berharap pemrograman ulang dapat mencegah kendaraan melakukan pelanggaran serupa di masa depan.

Baca Juga: Changan Raih Lisensi Autonomous Driving Level 3 di China, Bisa Beroperasi di Jalan Tol Saat Macet

Departemen Kepolisian San Bruno via The Guardian
Polisi di San Bruno, California, Amerika Serikat kebingungan hendak menilang mobil otonom alias tanpa pengemudi

Waymo, dalam pernyataannya kepada media, menyebut sistem mengemudi otonomnya dirancang untuk mematuhi aturan lalu lintas.

"Kami sedang meninjau situasi ini dan berkomitmen meningkatkan keselamatan jalan melalui pembelajaran dan pengalaman berkelanjutan," demikian pernyataan perusahaan.

Kasus ini terjadi di tengah perubahan regulasi di California terkait kendaraan otonom.

Tahun lalu, Gubernur California Gavin Newsom menandatangani undang-undang yang memungkinkan polisi menerbitkan 'pemberitahuan ketidakpatuhan' kepada perusahaan jika mobil tanpa pengemudi melanggar aturan lalu lintas.

Aturan tersebut akan mulai berlaku pada Juli 2026. Undang-undang itu juga mewajibkan perusahaan menyediakan saluran telepon darurat bagi petugas pertama di lokasi kejadian.

Kebijakan tersebut diajukan oleh anggota parlemen negara bagian Phil Ting dari San Francisco setelah sejumlah insiden melibatkan mobil otonom, termasuk menghalangi lalu lintas, menyeret pejalan kaki, mengganggu mobil pemadam kebakaran, hingga memasuki lokasi kejahatan aktif.

Dengan regulasi baru tersebut, petugas dapat memerintahkan perusahaan untuk memindahkan kendaraan otonom dari suatu area, dan perusahaan wajib mengarahkan mobilnya keluar atau menjauhi lokasi dalam waktu dua menit.

Sebagai info, Waymo memulai proyek kendaraan otonomnya di bawah laboratorium riset Google X pada 2009.

Meski menjadi salah satu pelopor di bidang ini, perusahaan tersebut tidak lepas dari berbagai persoalan.

Awal tahun ini, Waymo menarik kembali lebih dari 1.200 kendaraannya akibat masalah perangkat lunak yang menyebabkan tabrakan dengan rantai, gerbang, dan penghalang jalan lainnya.

Baca Juga: Ada Truk Sampah EV sampai Bus Otonom, Ini 6 Inovasi yang Dipamerkan Isuzu di Japan Mobility Show 2025

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat juga sempat membuka penyelidikan setelah menerima 22 laporan kendaraan Waymo berperilaku tidak wajar atau diduga melanggar aturan keselamatan lalu lintas.

Insiden di San Bruno pun menyoroti tantangan baru dalam penegakan hukum di era kendaraan tanpa pengemudi, yakni ketika pelanggaran terjadi, tetapi tidak ada manusia yang bisa dimintai pertanggungjawaban langsung di tempat kejadian.

YANG LAINNYA