Harga BBM di ASEAN Makin Mahal, Indonesia Masih Masuk yang Termurah?

Ferdian - Jumat, 27 Maret 2026 | 11:30 WIB

Ilustrasi nozzle pengisian bensin SPBU

GridOto.com - Lonjakan harga minyak dunia kembali terjadi seiring memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketegangan geopolitik tersebut diperparah oleh pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.

Situasi ini tentu memicu ketidakpastian di pasar energi setelah Iran menyatakan masih meninjau proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat.

Dampaknya, harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus level 103 dollar AS per barel.

Kenaikan ini berdampak pada sektor energi di berbagai negara, terutama pada harga bahan bakar minyak (BBM) yang ikut terdongkrak.

Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara mulai merasakan imbasnya, dengan pemerintah masing-masing melakukan penyesuaian harga BBM seiring meningkatnya tekanan dari harga minyak global.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi di kawasan, mengingat sebagian besar negara ASEAN masih bergantung pada impor minyak.

Bahkan harga bensin RON95 (95 oktan) di Singapura tercatat sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara, bahkan menempati posisi keempat tertinggi di dunia, yakni sekitar 2,583 dollar AS per liter atau setara sekitar Rp 43.600 per liter per 16 Maret 2026.

Baca Juga: Mencekam, Filipina, Bangladesh dan Korsel Umumkan Darurat Energi dan Krisis BBM

Sementara itu, Vietnam kembali menyesuaikan harga bahan bakarnya untuk kedua kalinya pada 25 Maret 2026, dikutip Kompas.com dari The Straits Times, Rabu (25/3/2026).

Penyesuaian ini dilakukan setelah sebelumnya harga solar melonjak lebih dari dua kali lipat sejak dimulainya konflik di Timur Tengah, menurut data Kementerian Perdagangan setempat.

Dilansir dari The Nation Thailand, Rabu (25/3/2026), berikut perbandingan harga BBM di negara-negara Asia Tenggara:

Harga bensin

Singapura: 89,27 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 47.300)

Laos: 63,17 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 33.500)

Myanmar: 60,45 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 32.000)

Kamboja: 55,03 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.200)

Filipina: 51,48 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 27.300)

Thailand: 33,05 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 17.500)

Vietnam: 32,01 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 17.000)

Malaysia: 27,39 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 14.500)

Indonesia: 24,15 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 12.800)

Brunei: 13,63 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 7.200)

Baca Juga: Dampak Perang AS–Iran Kian Nyata, Harga Bensin Jepang Terbang Tinggi

Harga solar/diesel

Singapura: 95,96 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 50.900)

Myanmar: 68,92 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 36.500)

Laos: 59,83 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 31.700)

Filipina: 55,95 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.700)

Kamboja: 55,03 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.200)

Malaysia: 39,54 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 21.000)

Vietnam: 34,08 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 18.100)

Thailand: 31,14 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 16.500)

Indonesia: 28,50 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 15.100)

Brunei: 7,97 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 4.200)

Perbandingan ini menunjukkan disparitas harga energi yang cukup lebar di kawasan, dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, ketergantungan impor, serta dampak langsung dari gejolak harga minyak global.

YANG LAINNYA