Alasan Generasi Veda Ega Bisa Lebih Kompetitif di Kejuaraan Dunia

Mohammad Nurul Hidayah - Rabu, 25 Maret 2026 | 15:30 WIB

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mengangkat trofi pertamanya di podium setelah finis ketiga dalan balapan Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3/2026).

Nurul/Gridoto
Anggono Iriawan, Manager Motorsport PT Astra Honda Motor (AHM), sebenarnya Veda bisa menyerang di lap akhir, sayang red flag

Ini juga membantu mengasah kemampuan para pembalap muda Indonesia sebelum berlaga di level lebih tinggi.

"Lalu ada Honda CBR150, CBR250, produk ini kan dulu di 2010, 2011, sampai 2014 tidak ada. Sekarang itu anak-anak sudah naik motor sport. Jadi skill pasti lebih dekat sama pembalap Asia dan Eropa, gap-nya jadi tidak selebar dulu," yakin Anggono.

Dimas Ekky Pratama yang saat ditemui GridOto di kantor IMI (Ikatan Motor Indonesia) Pusat pada Waktu yang berbeda juga punya pandangan.

Baca Juga: Perlu 30 Tahun, Sejarah Panjang Ajang GP Hingga Veda Ega Podium

Menurut Dimas, generasi dirinya seperti menjadi gerbang pembuka jalur bagi pembalap untuk bisa tampil di kejuaraan Eropa dan dunia.

Jadi proses adaptasi yang harus dilakukan menjadi lebih panjang, sembari pihak terkait mencari formula paling tepat untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi pembalapnya.

Berbeda dengan para pembalap muda masa kini di mana jalur untuk menjadi pembalap dunia sudah sangat jelas.

"Sekarang jalur untuk menjadi pembalap dunia sangat terbuka. Sudah ada kejuaraan Asia Talent, Red Bull Rookies lalu JuniorGP. Sangat berbeda dengan zaman saya balap dulu," ungkap Dimas.

Dengan proses pembibitan dan penjenjangan pembalap muda yang semakin matang, semoga akan semakin banyak pembalap Indonesia yang bisa mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional nantinya.

YANG LAINNYA