GridOto.com - Jika dilihat, generasi pembalap muda Indonesia saat ini bisa tampil kompetitif di kejuaraan-kejuaraan level dunia.
Terbaru, Veda Ega Pratama berhasil meraih podium di kejuaraan Moto3 Brasil, dan menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang berhasil podium di Grand Prix.
Ini menjadi catatan bagus mengingat generasi sebelumnya yang tampak kesulitan beradaptasi dan kompetitif di level dunia.
Tentu ada banyak faktor yang membuat hal ini bisa terjadi.
Anggono Iriawan, Manager Motorsport PT Astra Honda Motor (AHM) yang mengawal pembalap binaan AHM mulai dari Dimas Ekky, Andi Gilang, Gerry Salim hingga Veda Pratama di balap dunia melihat dari sisi teknis.
Menurut Anggono, pengembangan hardware yang digunakan para pembalap muda dalam meniti karir memiliki peran besar mempercepat proses adaptasi dan menutup ketertinggalan dari pembalap negara lain.
Baca Juga: Komentar Bos Honda Team Asia Saat Ditanya Soal Bakat Veda Ega
"Dulu zamannya Andi Gilang pertama racing school pakainya Honda Blade (motor jenis bebek). Sekarang kan anak-anak ini di Indonesia sudah pakai Honda NSF (motor sport khusus balap)," buka Anggono.
"Jadi hardware (motor) yang digunakan itu hampir sama (dengan yang dipakai kejuaraan dunia). Kalau bicara skill dan talenta, menurut saya di Asia dan Oceania, Indonesia itu paling banyak," tambahnya.
Selain penggunaan motor seperti NSF, motor produksi massal yang digunakan balap di Indonesia juga mulai banyak model motor sport.