Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum red flag, Veda sebenarnya sudah menyiapkan strategi dengan menghemat ban untuk menyerang di akhir balapan.
“Sebelum red flag itu dia memang mengawetkan ban untuk bertarung di lap-lap akhir. Tapi ternyata diulang lagi balapannya, dan dia bisa memanfaatkan momen itu dengan sangat baik,” jelasnya.
Lebih dari sekadar hasil, Sudarmono menilai pencapaian ini menjadi bukti bahwa pebalap Indonesia mampu bersaing di level dunia.
“Selama ini kan belum ada yang podium di MotoGP, Moto2, atau Moto3. Dan Veda bisa membuktikan ternyata bisa. Saya bangga, ini luar biasa perjuangannya,” tegasnya.
Podium pertama dalam balapan tersebut diraih pebalap Spanyol, Maximo Quiles, disusul Marco Morelli asal Argentina di posisi kedua.
Bagi Sudarmono, pencapaian ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi harapan baru bagi dunia balap Indonesia di kancah internasional.