Veda Ega Pratama Ukir Sejarah di Moto3 Brasil 2026, Taktik Hemat Ban Jadi Senjata

Ferdian - Senin, 23 Maret 2026 | 12:33 WIB

Veda Ega Pratama

GridOto.com - Catatan bersejarah datang dari ajang Moto3 2026 seri Brasil, putra Gunungkidul, Veda Ega Pratama sukses raih podium tiga pada Minggu (22/3/2026).

Keberhasilan ini terasa semakin emosional bagi sang ayah, Sudarmono, yang mengaku tak menyangka putranya berjasil meraih podium pada musim perdananya.

“Iya, alhamdulillah ya, sangat bangga. Nggak menyangka bisa podium sampai nomor tiga. Karena memang target tahun ini Veda itu untuk belajar,” ujar Sudarmono dikutip Tribun Jogja, Senin (23/3/2026).

Podium tersebut menjadi momen bersejarah karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di ajang Grand Prix Moto3.

Dalam balapan itu, Veda sempat mengalami kesulitan.

Ia memulai dari posisi keempat, namun sempat merosot hingga posisi kesepuluh sebelum akhirnya bangkit usai red flag pada lap ke-14.

Balapan yang dilanjutkan dengan lima lap tersisa menjadi titik balik. Veda tampil agresif dengan ban baru dan sukses menyalip tujuh pebalap untuk mengamankan posisi ketiga.

Menurut Sudarmono, momen tersebut benar-benar di luar perkiraan keluarga.

Baca Juga: Debut Manis Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand, Sukses Amankan P5 Meski Nyaris Podium

“Tadinya sih nggak berharap untuk podium. Tapi setelah diulang tinggal lima lap, dia bisa memaksimalkan. Dari posisi 10 bisa naik ke posisi 3, itu luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum red flag, Veda sebenarnya sudah menyiapkan strategi dengan menghemat ban untuk menyerang di akhir balapan.

“Sebelum red flag itu dia memang mengawetkan ban untuk bertarung di lap-lap akhir. Tapi ternyata diulang lagi balapannya, dan dia bisa memanfaatkan momen itu dengan sangat baik,” jelasnya.

Lebih dari sekadar hasil, Sudarmono menilai pencapaian ini menjadi bukti bahwa pebalap Indonesia mampu bersaing di level dunia.

“Selama ini kan belum ada yang podium di MotoGP, Moto2, atau Moto3. Dan Veda bisa membuktikan ternyata bisa. Saya bangga, ini luar biasa perjuangannya,” tegasnya.

Podium pertama dalam balapan tersebut diraih pebalap Spanyol, Maximo Quiles, disusul Marco Morelli asal Argentina di posisi kedua.

Bagi Sudarmono, pencapaian ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi harapan baru bagi dunia balap Indonesia di kancah internasional.

YANG LAINNYA