Tak Usah Risau, Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Selama Lebaran

Ferdian - Kamis, 19 Maret 2026 | 13:35 WIB

Ilustrasi. Isi BBM Pertamina nonsubsidi.

GridOto.com - Dalam kondisi memasuki arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman.

Hal ini seperti disampaikan oleh Yuliot Tanjung saat melakukan kunjungan di rest area Tol Batang, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, cadangan BBM saat ini berada di kisaran 27 hingga 28 hari, lebih tinggi dari standar minimum pemerintah yang ditetapkan selama 21 hari.

“Cadangan yang tersedia berada di atas batas aman. Ini memberi ruang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik,” ujarnya melansir TribunJateng.

Ia menjelaskan, kondisi stok BBM bersifat dinamis karena pasokan terus diperbarui melalui produksi kilang dalam negeri serta dukungan impor.

Dengan sistem tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan energi selama Lebaran dapat terpenuhi.

Meski begitu, potensi antrean di sejumlah SPBU, terutama saat puncak arus mudik, tetap diantisipasi. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tertib saat mengisi bahan bakar agar pelayanan berjalan lancar.

“Jika terjadi antrean, kami harap masyarakat tetap bersabar. Ketertiban akan membantu mempercepat pelayanan,” tambahnya.

Baca Juga: Pertamina Lubricant Hadirkan 10 Titik Selasar Fastron Selama Musim Mudik Lebaran

Lebih lanjut, pemerintah menegaskan hingga saat ini belum ada rencana pembatasan pembelian BBM, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kebijakan tersebut dinilai berisiko memicu kepanikan di masyarakat.

“Pembatasan justru bisa menimbulkan panic buying, dan itu yang ingin kita hindari,” jelasnya.

Pemerintah, kata dia, memilih fokus menjaga kelancaran distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia merata di seluruh wilayah selama periode Lebaran.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, turut memastikan kesiapan pasokan BBM selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Ia menyebutkan, stok BBM secara nasional, termasuk di Jawa Tengah, berada di atas rata-rata kebutuhan operasional harian.

“Stok BBM dalam kondisi cukup, bahkan berada di atas level normal operasional. Kilang juga beroperasi maksimal untuk menjaga produksi,” ujarnya.

Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal tahun, mulai dari penguatan distribusi melalui SPBU siaga, penambahan armada mobil tangki, hingga optimalisasi kapal pengangkut untuk wilayah kepulauan.

Khusus wilayah Jawa Tengah, pasokan dinilai relatif kuat karena didukung infrastruktur yang terintegrasi, termasuk jaringan dari Kilang Cilacap yang terhubung ke berbagai daerah seperti Yogyakarta, Boyolali, hingga Bandung.

Baca Juga: Ratusan Bus Dikerahkan! Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik ke 23 Kota di Pulau Jawa

Namun demikian, tantangan distribusi tetap ada, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang mengandalkan jalur laut. Beberapa daerah seperti Karimunjawa, Bawean, dan Kepulauan Seribu menjadi perhatian khusus karena memerlukan perencanaan distribusi lebih awal, terutama terkait faktor cuaca.

“Wilayah kepulauan membutuhkan antisipasi lebih dini. Kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi,” jelasnya.

Di sisi lain, peningkatan konsumsi BBM selama musim mudik dinilai sebagai hal yang wajar. Kondisi ini berpotensi menyebabkan antrean di SPBU, namun Pertamina memastikan pasokan akan terus diperbarui secara berkala.

“Seperti penggunaan air di rumah, akan berkurang saat dipakai, tapi akan diisi kembali. Itu mekanisme yang berjalan,” ujarnya.

Untuk kebutuhan LPG, Pertamina memastikan distribusi tetap berjalan normal dengan skema subsidi tepat sasaran berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

YANG LAINNYA