“Teknologi DSBS II pada Suzuki Fronx SGX mengintegrasikan Monocular Camera dan Millimeter Wave Radar. Sinergi keduanya memungkinkan sistem memantau kondisi jalan di depan secara kontinu, membaca jarak secara akurat, serta mendeteksi objek seperti kendaraan lain maupun pejalan kaki,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan sensor tersebut juga dirancang tetap bekerja optimal dalam kondisi berkendara malam hari maupun saat hujan.
Dalam operasionalnya, sistem DSBS II memiliki beberapa tahapan perlindungan.
Tahap pertama adalah Forward Collision Warning yang memberikan peringatan visual dan suara saat sistem mendeteksi potensi benturan di depan kendaraan.
Jika respons pengemudi dinilai kurang memadai, sistem akan masuk ke tahap Forward Collision Damage Mitigation Brake Assist dengan memberikan tambahan tekanan pada pengereman.
Baca Juga: Chery Siapkan 22 Bengkel Siaga Mudik Lebaran 2026, Ada Diskon Servis hingga 30 Persen
Selanjutnya, ketika risiko tabrakan semakin tinggi, fitur Collision Damage Mitigation Braking dapat mengaktifkan pengereman otomatis untuk membantu menghindari tabrakan atau meminimalkan dampaknya.
Meski demikian, Suzuki menegaskan bahwa teknologi tersebut hanya berfungsi sebagai sistem bantuan pengemudi, bukan pengganti kewaspadaan saat berkendara.
“Mudik aman bukanlah tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang sampai di tujuan dengan selamat. Kami menghimbau pelanggan untuk mengoptimalkan fitur keselamatan yang ada sebagai asisten berkendara, sambil tetap menjaga fokus, kondisi fisik yang prima, serta mematuhi aturan lalu lintas,” tutup Yulius.