Ekonomi Global Tidak Menentu, Penjualan Royal Enfield Awal 2026 Masih Ngebut

Mohammad Nurul Hidayah - Jumat, 13 Maret 2026 | 08:30 WIB

Anindya Dwiasti, Regional Marketing Manager Asia Pacific Royal Enfield, penjualan Royal Enfield di awal tahun 2026 alami peningkatan dibandingkan tahun lalu

GridOto.comPenjualan motor premium di Indonesia masih menunjukkan tren positif pada awal 2026.

Hal ini juga dirasakan oleh Royal Enfield yang mencatat performa penjualan cukup baik sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Anindya Dwiasti, Regional Marketing Manager Asia Pacific Royal Enfield, menyebut hingga saat ini kondisi pasar masih relatif stabil meski situasi ekonomi global sedang penuh tantangan.

Seperti perang yang sedang terjadi di Timur Tengah, sejauh ini tidak memberikan dampak negatif langsung ke penjualan motor premium.

“Kalau dilihat dari penjualan motor sendiri, sejauh ini belum ada pengaruhnya. So far masih bagus,” ujar Anindya saat ditemui dalam acara Royal Enfield media iftar di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, salah satu faktor yang turut mendongkrak penjualan adalah partisipasi Royal Enfield di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) beberapa waktu lalu.

“Kuartal pertama tahun ini oke, karena kebetulan ada IIMS. Jadi penjualannya masih menunjukkan sinyal positif,” jelasnya.

Baca Juga: Custom Scrambler Dari Lahir, Yuk Lihat Spek Royal Enfield Bear 650

Royal Enfield juga berharap tren tersebut bisa berlanjut hingga periode Ramadan dan menjelang Lebaran.

Untuk sepanjang 2026, Royal Enfield menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Anindya menilai capaian tersebut sudah cukup baik, mengingat kondisi pasar otomotif yang sedang tidak stabil dan cenderung melesu.

“Kalau pertumbuhan secara persentase mungkin sekitar 5 persen dibanding tahun lalu. Kita lihat ini cukup bagus karena di beberapa segmen otomotif lain market justru menurun,” ungkapnya.

Nurul/Gridoto
Goam jadi salah satu model yang baru dihadirkan Royal Enfield Indonesia

Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menghadirkan model-model baru agar pilihan produk semakin beragam.

Saat ini Royal Enfield memiliki beberapa lini produk yang menyasar berbagai karakter pengendara, mulai dari Classic, Hunter, Guerrilla, Interceptor, Shotgun, Bullet, Continental GT, Goam, Bear, Himalayan, hingga Super Meteor.

“Sekarang model Royal Enfield sudah banyak, jadi bisa menyesuaikan dengan karakter penggunanya,” tambahnya.

Baca Juga: Scrambler Kalcer Dari Pabrik, Ini Inspirasi Royal Enfield Bear 650

Selain produk, faktor komunitas juga menjadi salah satu kekuatan utama Royal Enfield di Indonesia.

Menurut Anindya, banyak konsumen yang membeli motor Royal Enfield karena rekomendasi dari komunitas atau bahkan kembali membeli model lain setelah sebelumnya memiliki motor dari merek tersebut.

“Komunitas itu kuat banget. Banyak yang akhirnya beli lagi atau mengajak temannya untuk ikut punya Royal Enfield,” jelasnya.

Saat ini komunitas Royal Enfield di Indonesia sudah tersebar di sekitar 27 kota.

Sejak pertama kali hadir di Indonesia hingga sekarang, total penjualan Royal Enfield telah mencapai lebih dari 6.000 unit.

Model yang paling banyak diminati masih dipegang oleh Classic 350, meskipun beberapa model lain seperti Hunter, Guerrilla, dan Super Meteor juga disebut mulai menunjukkan peningkatan permintaan.

Untuk mendukung penjualan, Royal Enfield saat ini memiliki 9 dealer resmi yang tersebar di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.

Ke depan, Royal Enfield juga berencana memperluas jaringan dealer agar lebih dekat dengan komunitas dan konsumen di berbagai daerah.

“Permintaan cukup banyak, jadi kami akan berusaha menambah network supaya bisa lebih dekat dengan komunitas dan memberikan pelayanan yang lebih baik,” tutup Anindya

YANG LAINNYA