Perampokan di SPBU Bekasi, Lima Pegawai Disekat Incar Uang Tunai Rp 130 Juta

Irsyaad W - Kamis, 12 Maret 2026 | 15:30 WIB

Olah TKP perampokan dengan penyekapan di SPBU 34.17604 di Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Baca Juga: Oknum ASN Mirip Preman, Terekam CCTV Aniaya 4 Petugas SPBU Tanpa Sebab

Salah satu korban berinisial M (62) sempat mencoba melawan. Namun, ia justru diserang sehingga mengalami luka pada tangan kiri.

Tak hanya itu, M juga diikat menggunakan lakban. Sementara itu, korban lainnya berinisial B (49) ditendang dan dipukul oleh para pelaku.

"Sedangkan korban lain, yakni A (24), M (44), dan H (53) ditutup kepalanya dengan selimut dan diikat menggunakan kabel, lakban, serta tali rafia," papar Sumarni.

Setelah para korban tidak berdaya, para pelaku kemudian menuju brankas penyimpanan uang di area SPBU dan merusaknya.

Sumarni mengatakan, petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sejumlah barang bukti.

"Ada satu brankas besi yang telah dirusak, pistol mainan, lakban hitam, kabel, serta tangga yang diduga digunakan pelaku untuk masuk melalui bagian belakang area SPBU," ujar Sumarni.

Akibat kejadian tersebut, uang hasil penjualan SPBU yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah raib.

"Perkiraan sekitar Rp 100 juta sampai Rp 130 juta yang diambil. Itu uang hasil penjualan yang ada di brankas. Enggak ada yang lain-lain," ujar Kapolsek Babelan, Kompol Wito.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi pencurian dengan kekerasan tersebut dilakukan oleh empat pelaku.

Wito menjelaskan, sebelum melancarkan aksinya, para pelaku lebih dahulu merusak perangkat kamera pengawas di lokasi.

Baca Juga: Gara-gara Mitsubishi L300 Ini, Pengawas dan Operator SPBU Terancam Denda Rp 60 Miliar

"Jadi CCTV itu dirusak sama mereka, DVR-nya. Mereka juga bawa pistol mainan, pedang, sama bawa linggis buat nyongkel (membuka) brankas," ujar dia.

Polisi juga menduga para pelaku masuk ke area SPBU melalui bagian belakang dengan cara memanjat pagar menggunakan tangga.

"Pelaku melompat dan panjat pagar ya," terang Wito.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta menelusuri keberadaan mereka.

"Sudah ada laporannya. Dan sudah cek TKP ya. Kemudian sampai sekarang juga kami lakukan penyelidikan untuk ungkap kasus itu," ujar Wito.

YANG LAINNYA