Soal Stok BBM 20 Hari, Komunitas AXCI Beri Tanggapan Begini

Wisnu Andebar - Selasa, 10 Maret 2026 | 07:43 WIB

Avanza Xenia Club Indonesia (AXCI)

GridOto.com - Isu stok BBM nasional yang disebut tersisa sekitar 20 hari ikut mendapat perhatian dari komunitas otomotif, termasuk dari Avanza Xenia Club Indonesia (AXCI).

Ketua Umum Pengurus Pusat AXCI, Petrus Tri Yoediarto, mengaku komunitasnya juga sempat mencermati kabar tersebut.

Meski ada kekhawatiran, ia menilai informasi tersebut sebaiknya tidak membuat masyarakat panik.

“Khususnya dari komunitas AXCI ada kekhawatiran juga, tapi hal itu jangan membuat kita jadi panik karena akan berdampak bikin chaos keadaan di masyarakat pada umumnya,” ujar Petrus kepada GridOto.com, Senin (9/3/2026).

Petrus menjelaskan, hingga saat ini aktivitas komunitas AXCI masih berjalan normal, termasuk berbagai kegiatan sosial yang rutin dilakukan selama bulan Ramadan.

Menurutnya, para anggota AXCI di berbagai chapter daerah tetap aktif melakukan kegiatan silaturahmi sekaligus aksi sosial kepada masyarakat.

“Untuk kegiatan dari AXCI sendiri masih berjalan normal di bulan Ramadan ini, member-member AXCI di chapter daerah masih melakukan kunjungan silaturahmi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut di antaranya berupa santunan ke pesantren, anak yatim piatu, hingga berbagi takjil di jalan.

Istimewa
Avanza Xenia Club Indonesia (AXCI) berikan tanggapannya soal stok BBM

“Seperti memberikan santunan ke pesantren, yatim piatu dan berbagi takjil di jalan supaya menjadi berkah dan kedamaian bagi semua umat,” lanjut Petrus.

Baca Juga: Stok BBM Disebut Tinggal 20 Hari, Pemerintah Buka Opsi Kerek Harga BBM Subsidi

Di tengah isu ketahanan energi nasional, Petrus juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah memiliki langkah untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan BBM.

“Kami yakin pemerintah Indonesia mempunyai cara solusi untuk menangani jika terjadi kelangkaan BBM, mungkin dengan melakukan negosiasi agar kapal tanker Indonesia bisa melewati perairan Timur Tengah dengan aman dan pemesanan BBM ke selain daerah Timur Tengah untuk saat ini sementara waktu,” ucapnya.

Sebelumnya, pernyataan mengenai stok BBM nasional sekitar 21 hari sempat disampaikan oleh Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pernyataan tersebut muncul saat membahas ketahanan energi nasional di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Penjelasan lebih lanjut kemudian disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun.

Ia menerangkan bahwa angka tersebut merupakan stok operasional BBM yang memang secara normal dijaga dalam sistem logistik energi nasional.

Roberth menjelaskan bahwa stok tersebut bersifat dinamis karena terus diperbarui melalui pasokan dari produksi kilang domestik maupun pengadaan impor.

Pemenuhan kebutuhan BBM nasional juga berasal dari dua sumber utama, yakni produksi dalam negeri serta pengadaan dari berbagai wilayah dunia, tidak hanya dari Asia tetapi juga Afrika hingga Amerika.

Selain itu, Pertamina juga disebut terus memantau dinamika geopolitik global dan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, seperti diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan sistem logistik dan distribusi, serta optimalisasi operasi kilang dalam negeri.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, karena panic buying justru berpotensi mengganggu distribusi energi yang seharusnya berjalan normal.

YANG LAINNYA