Baca Juga: Stok BBM Disebut Tinggal 20 Hari, Pemerintah Buka Opsi Kerek Harga BBM Subsidi
Di tengah isu ketahanan energi nasional, Petrus juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah memiliki langkah untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan BBM.
“Kami yakin pemerintah Indonesia mempunyai cara solusi untuk menangani jika terjadi kelangkaan BBM, mungkin dengan melakukan negosiasi agar kapal tanker Indonesia bisa melewati perairan Timur Tengah dengan aman dan pemesanan BBM ke selain daerah Timur Tengah untuk saat ini sementara waktu,” ucapnya.
Sebelumnya, pernyataan mengenai stok BBM nasional sekitar 21 hari sempat disampaikan oleh Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Pernyataan tersebut muncul saat membahas ketahanan energi nasional di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Penjelasan lebih lanjut kemudian disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun.
Ia menerangkan bahwa angka tersebut merupakan stok operasional BBM yang memang secara normal dijaga dalam sistem logistik energi nasional.
Roberth menjelaskan bahwa stok tersebut bersifat dinamis karena terus diperbarui melalui pasokan dari produksi kilang domestik maupun pengadaan impor.
Pemenuhan kebutuhan BBM nasional juga berasal dari dua sumber utama, yakni produksi dalam negeri serta pengadaan dari berbagai wilayah dunia, tidak hanya dari Asia tetapi juga Afrika hingga Amerika.
Selain itu, Pertamina juga disebut terus memantau dinamika geopolitik global dan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, seperti diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan sistem logistik dan distribusi, serta optimalisasi operasi kilang dalam negeri.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, karena panic buying justru berpotensi mengganggu distribusi energi yang seharusnya berjalan normal.