Hanya Boleh saat Terpaksa, Ini Pesan Ahli Safety saat Bonceng Penumpang Hadap Samping

Dida Argadea - Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:00 WIB

Bonceng menyamping tak disarankan, kalau terpaksa wajib lebih waspada

Tangan kiri diletakkan di atas lutut sendiri.

Jangan berpegangan pada behel motor karena bisa mengganggu stabilitas motor saat bermanuver.

Pastikan setidaknya satu kaki berpijak kokoh di footstep.

Perlengkapan Berkendara

Banyak yang salah kaprah mengira penumpang lebih aman dari pengendara.

Padahal, risiko kecelakaan bagi keduanya sama besarnya.

Jadi, pembonceng tetap wajib pakai baju berkendara lengkap seperti helm, jaket, celana panjang, dan sepatu.

Awas Rok Panjang

Ini yang sering jadi penyebab kecelakaan fatal.

Jika penumpang memakai rok atau kain panjang, pastikan kain tersebut dilipat rapi ke arah depan dan tidak menjuntai.

Kain yang menjuntai berisiko tinggi tersangkut di rantai, jari-jari roda, atau gir motor.

Waspada Saat Menikung

Pengendara harus sadar kalau titik gravitasi motor berubah.

Saat menikung ke kanan, penumpang yang duduk menyamping ke kiri akan merasa seperti akan "terjengkang" ke belakang.

Oleh karena itu, kurangi kecepatan dan jangan bermanuver terlalu miring agar penumpang tetap merasa tenang dan motor tidak limbung.

Perhatikan Lebar Kendaraan

Ingat, saat orang duduk menyamping, posisi lutut mereka biasanya akan sedikit menonjol keluar melewati batas lebar motor

Selalu jadikan jalu setang sebagai patokan.

Jika melewati jalan sempit atau di antara mobil, pastikan ada jarak aman agar lutut penumpang tidak tersenggol objek lain yang bisa bikin keseimbangan hilang.

YANG LAINNYA